Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Respon Bill Gates Ke Baju Dan Cincin Merah Rahma


…….
…….
Setelah pada 29 Mei 2012 sore aku selesaikan suratku “Rahma Makan Buntut, Kuah, Dan Udang, Dan Respon Bill Gates” yang memuat foto-foto kamu antara lain seperti terlihat diatas, dan ada deretan foto besar kamu 4 buah, respon Bill Gates muncul keesokan hari pagi-pagi tanggal 30 Maret 2012 pada Twitter. Antara lain memuat 44C dan HOT dalam huruf besar.
…….
Diikuti tiga jam kemudian dengan pesan Twitter lain yang memuat kode link “BRkw46D2”, dimana angka 4 seperti terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” berarti 4, sedangkan 6 terkait nama depanku A.M. dimana 6 seperti berarti “end A.M.” sesuai kesediaanku ketemu ajal. Sehingga “BRkw46D2” seperti berarti kalau aku “Ber-Rahma kawin, Firman end AM berupa Death berdua”. Dalam arti kalau kita kawin bukan nikah, kita dapat meninggal bersama, dan tentu dengan konsekuensi kelak di akherat akan tidak baik untuk kita berdua.
…….
Pesan Twitter bertanggal 31 Mei 2012 ini memuat kode link “KYsdvY”, dan diantara pemberi respon ada yang bernama Mark Odero yang menyebutkan kata-kata “how is your a.m?”. Mungkin terkait rencana Bill Gates untuk beli lukisanku. Dan kode link itu seperti terkait dengan nilai ijazahku saat lulus SD yaitu 30, seperti aku tulis di “Bill Gates Mengkhawatirkan Angka Ijazah SD-ku“. Jadi “KYsdvY” seperti mengingatkan aku, kalau aku Kaya karena telah berhasil jual lukisan, maka harus “sdv” yaitu 30 harus di bawah, dan “Y” berarti You dalam arti aku yang harus naik keatas menghadap Allah untuk kebaikan umat manusia.
Kata-kata yang mengawali pesan Twitter diatas adalah “The best way to understand the work to be done is to visit……”. Seperti mengingatkan aku bahwa sangat penting untuk aku datang menemui kamu, karena setelah itulah akan didapat inspirasi mengenai langkah-langkah lebih lanjut. Sebagai contoh ketika pada Januari 2012 yang lalu aku datang dan sedang jongkok saat kamu muncul, kemudian respon yang muncul adalah Foto Melinda Gates Jongkok saat kunjungan ke Bangladesh.
…….
Pesan-pesan Twitter diatas terkait kunjungan Bill Gates ke India sejak akhir Mei 2012. Dan negara bagian pertama yang dikunjungi di India adalah Uttar Pradesh atau disingkat dengan UP seperti terlihat dari surat berikut ini yang dapat dilihat melalui kode link “http://b-gat.es/KYsdvY” tersebut diatas.
Foto saat kunjungan Bill Gates di India sejak akhir Mei 2012, diawali dengan memasuki wilayah kumuh Ujariaon tempat para pemulung mengumpulkan barang-barang bekas seperti kardus bekas, botol dan gelas plastik bekas dan barang bekas lain semacam itu. Posisi duduk Bill Gates seperti posisi dudukku kalau lagi lihat kamu di TV, aku duduk di tempat tidur dan emang ada beberapa karton di sekitar tempat tidurku.
…….
…….
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV tanggal 30 Mei 2012. Selain berbaju merah, pada jari tengah kanan juga ada cincin berbatu merah cukup besar.
…….
Seperti memberi respon kepada baju dan cincin merah yang kamu pakai pada 30 Mei 2012 malam, keesokan hari pada 31 Mei 2012 muncul pesan Twitter dengan kode link “KUpJCJ”. Dimana “CJ” mengingatkan pada mobil jip yang sejak sekitar awal tahun 80-an dulu terkenal di Indonesia yaitu Jeep CJ-7, yang merupakan kelanjutan dari Jeep Willys yang mulai diproduksi tahun 1944. Dan waktu aku belajar menyetir tahun 1982 saat umur 24 tahun, aku juga mulai dengan menyetir mobil jip Toyota  plat merah,  mobil kantor tanteku yang suka dititipkan di rumahku. Kemudian dengan beberapa mobil lain punya teman-temanku, sampai pada umur 24 itu juga aku mendapatkan SIM-A. Jadi kode link “KUpJCJ” ini seperti isyarat kalau kita jadi menikah, yang berarti aku belajar masuk ke gerbang pernikahan dari kamu yang sudah pernah menikah, maka aku harus tetap “ke Up”, yaitu keatas menghadap Allah ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Dan bukan cuma untuk sekedar belajar menikah seperti aku belajar menyetir dulu.
..jeepforum.com 4theloveofjeeps.com
……. ..jeepforum.com
…….
Pesan Twitter tertanggal 1 Juni 2012 pagi, memuat kode link “KvAXhi”. Seperti terkait dulu tahun 2009 saat aku sering ke Wisma Nusantara di bunderan HI kalau kamu lagi menjadi host acara Apa Kabar Indonesia malam, dimana aku kadang duduk di bawah.
…….
Ini penting, terkait kamu tidak muncul Kamis 31 Juni 2012 malam yang diikuti kemunculan video berita di TV-One soal konperensi pers sehari sebelum konser NKTOBSB, New Kids On The Block dan Back Street Boys. Pada video berita itu tampak setelah selesai konperensi pers dan para personil NKOTBSB berjalan lewat sebelah kanan kursi-kursi wartawan dan dirubungi oleh insan pers, ada seorang cewe yang sepintas mirip kamu ikut berjalan dekat personil NKOTBSB. Mungkin berita ini sampai juga ke telinga Bill Gates dan muncul kekhawatiran kalau kamu akan seperti beberapa bulan lalu ketika setelah interview dengan dua orang musisi Jazz Afro-Amerika, keesokan hari kamu muncul dengan wajah kecapean dan suara serak hampir habis.
Aku juga sempat mengkhawatirkan seperti itu, tapi aku pikir tunggu aja dulu sampai Jumat malam. Ternyata Jumat 1 Juni 2012 malam kamu tidak muncul juga, entah karena kamu jadi panitia atau MC pada konser itu atau bagaimana.
Diantara personil Back Street Boys ada Nick Lacey yang dulu pernah jadi pacar Paris Hilton. Sehingga kode link “JxspTp” seperti berarti aku jangan putuskan hubungan dengan kamu yang “as paris Tanpa paris ada disini”, kalaupun betul kamu yang muncul di video berita itu. Sebab ada yang lebih penting yaitu aku menikah dengan kamu untuk kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Moga-moga aku menjalani semua ini dengan sebaik mungkin tanpa harus gundah oleh hal-hal semacam itu. Worse case scenario adalah, kalaupun betul kamu perempuan seperti itu, mungkin justru akan menjadi alasan kuat untuk Allah segera menyelamatkan aku dari pernikahan yang kita jalani dan memindahkan aku ke akherat, sehingga pernikahan kita itu akan berfungsi pula menjadi semacam pembeda, membedakan antara yang berpengalaman dan yang belum pengalaman, antara yang suka nakal dan yang tidak suka nakal. Untuk aku tidak jadi soal, sebab yang penting adalah aku menikah dengan kamu untuk kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
…….
Paragraf tersebut diatas soal NKOTBSB aku tulis pada 1 Juni 2012 menjelang tengah malam, sekitar jam setengah dua belas malam. Dan ternyata respon Bill Gates muncul sekitar satu jam kemudian, jam 12.46 lewat tengah malam pada 2 Juni 2012, tapi aku baru baca pagi hari sekitar jam setengah sepuluh pagi.
Pada respon itu Bill Gates memulai dengan kata-kata “I’m pretty optimistic”, mengingatkan aku pada saat aku kerja di Astra tahun 1988. Seperti biasa para pegawai bagian sales suka ditugaskan untuk jaga pameran di berbagai tempat, dan suatu malam aku jaga pameran di Gajah Mada Plaza bersama dua temanku sesama sales, dan ada juga dua cewe yang biasa disebut “Pretty” untuk ikut berada dekat mobil yang dipamerkan. Sekitar jam delapan malam, temanku Lukas menanyakan apakah aku bawa mobil, dan aku jawab bawa yaitu Suzuki Carry, dan karena aku tinggal di Jakarta Selatan waktu itu di jalan Limo dekat Simprug, dia minta aku antarkan seorang Pretty yang tinggal di Jakarta Selatan juga setelah pameran selesai. Akupun menyetujui.
Jadi selesai tugas jaga pameran malam itu, akupun mengantarkan Pretty itu yang cantik juga dan pake rok mini seperti biasa kalau cewe jaga pameran mobil. Sampai di rumah dia di kompleks Hankam dekat pasar Pondok Labu sekitar jam sebelas malam, dan tentu saja tidak terjadi perbuatan yang bukan-bukan selama perjalanan meskipun di mobil cuma aku berdua dia.
Kata-kata “I’m pretty optimistic” seperti mengisyaratkan Bill Gates masih optimis kita dapat menjalani tugas untuk kebaikan umat manusia sebagaimana yang selama ini sering aku sebutkan, tanpa kemudian kita tergoda untuk berbuat yang bukan-bukan. Diikuti oleh kata-kata “Lots yet to be done”, masih banyak soal yang perlu kita kerjakan terkait nasib umat manusia di dunia ini, karena itu aku suka bilang sama kamu lewat surat-suratku jangan sampai kita malah buang waktu dan tenaga dengan sikap kamu yang lebih suka bermain dalam zona prasangka yang bukan-bukan terhadap aku.
Kode link pada pesan Twitter terbaru Bill Gates itu adalah “KRpIDZ”. Huruf “DZ” seperti berasal dari kata “dizzy” yang berarti pusing. Ini seperti terkait baju dan cincin merah yang kamu pakai pada 30 Mei 2012 seperti terlihat pada foto-foto diatas. Dulu aku pernah sebutkan di suratku bahwa aku suka pusing kalau melihat foto bagian merah yang ada pada cewe, sehingga aku khawatir kalau pada saat bermalam pertama pernikahan jangan-jangan aku malah pingsan.
Kemunculan kamu dengan baju dan cincin merah itu seperti mempertanyakan, apakah usahaku untuk melakukan imunisasi selama beberapa tahun ini telah berhasil, apakah aku sudah tidak akan pusing lagi kalau dalam waktu dekat ini kita menjalani malam pertama pernikahan.
Moga-moga aku sudah cukup berhasil dengan usahaku melakukan imunisasi itu. Lagipula didorong oleh tanggung jawab terkait sudah muncul beberapa bencana besar setiap kita akan berpisah, aku pikir problem itu sudah harus dapat aku atasi, untuk kebaikan umat manusia sebelum aku ketemu ajal dalam keadaan menjadi suami kamu.
…….
Kode link pada pesan Twitter Bill Gates itu menuju halaman berupa ulasan tentang buku oleh Katherine Boo, seorang jurnalis yang menjalani pengalaman tinggal di kawasan kumuh Annawadi di India selama tiga tahun. Kalau kamu baca ulasan oleh Bill Gates itu, akan semakin terasa penting bagi kita untuk bersegera menjalani pernikahan kita untuk kebaikan umat manusia. Masing-masing orang di dunia ini diberi peran oleh Allah dalam menjalani hidup di dunia, dan kalau memang jalan menikah itu menjadi bagian dari tugas Allah untuk kita, untuk kebaikan umat manusia, tentu kita harus menjalani dengan baik.
…….
Berikut ini beberapa bagian dari ulasan Bill Gates itu.
…….
…….
May 31, 2012 | Review by Bill Gates
…….
Behind the Beautiful Forevers: Life, Death, and Hope in a Mumbai Undercity
…….
I just finished Katherine Boo’s book, Behind the Beautiful Forevers. It reads like a novel by Dickens, but is a real-life depiction of the challenges hundreds of millions of people face every day in urban slums. It’s also a reminder of the humanity that connects us all.
I’ve visited a lot of urban slums and it’s always difficult to describe to people back home just how bleak they can be. If you want to read an unvarnished, first-hand account of life in one of India’s slums you should pick up Behind the Beautiful Forevers: Life, Death, and Hope in a Mumbai Undercity.
The book was written by Katherine Boo, an award-winning Western journalist who spent three years getting to know the people of Annawadi, a slum of about 3,000 people on the edge of a sewage-filled lake in India’s largest city. Her research alone is a tremendous achievement.
The centerpiece of the story is a family falsely accused of a crime. Their story becomes a way to understand the very tough position people living in slums are in, and the great injustices that happen in a slum. It’s a reminder of how capricious their life can be.  In Annawadi, exploitation and corruption are rampant and you can’t count on fairness or even basic justice if you are one of the world’s poorest.
Ironically, Annawadi survives—for now—amidst gleaming luxury hotels that reflect Mumbai’s status as India’s richest city and its commercial and entertainment capital.
More broadly, the story of Annawadi reflects the big and growing problem of urban slums. More than 900 million people live in poor, densely-populated areas in developing countries. Over the next several decades, that number is expected to increase to several billion.
And as Boo shows, even aid organizations can be corrupt, although I do think the two examples she cites can be misleading. I know from first-hand experience that there are thousands of fantastic NGOs and government organizations—in India and elsewhere—working hard and honestly to improve living conditions for the poor.
The foundation works with many of them, including some that are focused specifically on addressing urban poverty. We’re investing in better sanitation and financial services for the poor, which can make a difference in places like Annawadi. We have made improving health a top priority because we believe it is the basic building block for people to make the most of their lives. This includes investing in vaccines and other drugs to tackle diseases that disproportionately affect the poor, and working to improve health care for mothers and children.
All of these things will make an impact in urban slums. But there’s no doubt that urban poverty is a uniquely complex and vexing problem—without a quick or simple solution. As the world population grows by another 2 billion over the next several decades, most of that increase will show up in urban slums. The challenge for our foundation and for other donors is to find ways to collaborate with governments so that aid programs work in tandem with effective delivery of basic services. Otherwise, the suffering and often brutal nature of life will continue for the world’s urban poor. On my trip to India this week, I visited an urban slum in Lucknow, the capital city of the state of Uttar Pradesh, to see what’s working and continue to look for ways we can help improve the lives of the poorest.
…….
ulasan lengkap dapat dilihat pada http://b-gat.es/KRplDZ
…….
…….
…….


Jakarta, 2 Juni 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538



 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: