Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Umroh April 2012 Di Mekah Dan Kembali Ke Jeddah


Umroh
17 – 26 April 2012
……..
……..
……..
Kalau sebelum ini aku mengandalkan foto dari Internet untuk menara jam di Ka’bah seperti yang aku tulis pada “Isyarat Diameter 40 Pada Jam Mekah“, maka Alhamdulillah untuk surat ini aku motret langsung jam menara itu. Bangunan baru berupa menara dengan jam berdiameter 40 meter di latar belakang Ka’bah itu cukup bermanfaat untuk menjadi penentu arah saat jemaah akan kembali ke hotel masing-masing.
……..
Suasana saat menunggu sholat Shubuh, barisan orang yang duduk sudah semakin mendekat ke Ka’bah sementara jumlah yang Thawaf juga semakin berkurang karena bersiap untuk cari tempat untuk sholat Shubuh.
Menara dengan jam berdiameter 40 dilihat dari halaman Masjidil Haram.
Kalau dari dalam hotel Grand Zam-zam tempatku menginap, setelah keluar dari lobby pertokoan di lantai dasar akan langsung keluar ke halaman Masjidil Haram.
……..
Sebelah kanan tidak tampak pada foto ini ada bangunan yang merupakan tempat keluarga kerajaan menginap. Ustadz pembimbing memberi tahu bahwa bangunan itu tidak boleh dipotret. Namun karena waktu mengatakan hal itu, Ustadz berada tepat di bawah bangunan itu maka aku pikir larangan itu cuma untuk yang memotret dari jarak dekat. Belakangan aku baru tahu bahwa dari jarak jauh, seperti pada saat merupakan latar belakang dari foto ini, juga tidak boleh dipotret.
……..
……..
Jalan masuk ke hotel Grand Zam-zam tempatku menginap, kalau dari halaman Masjidil Haram kurang lebih seperti berikut ini:
Dibawah menara jam berdiameter 40 itu ada pintu masuk ke pertokoan yang berada di lantai dasar bangunan menara.
Para pengunjung tampak memasuki pintu masuk ke loby pertokoan Abraj Al Bait Shopping Center yang berada di lantai dasar menara jam berdiameter 40.
……..
Suasana di dalam loby pertokoan di lantai dasar menara jam.
Setelah dari loby pertokoan di lantai dasar, kemudian dilanjutkan ke deretan lift menuju P11.
Deretan lift di lantai P11 itu terdiri dari dua kelompok dengan sepasang tangga jalan di tengah. Lantai tersebut memiiki dua ujung yaitu ujung yang satu adalah pintu masuk ke hotel Raffles dan ujung yang satu lagi adalah pintu masuk ke hotel Grand Zam-zam.
……..
Pintu masuk ke hotel Grand Zam-zam.
Sesudah melewati resepsionis di loby hotel Grand Zam-zam, kemudian naik lift lagi menuju lantai 5.
Lift di lantai 5, pintu kamar tempat aku tinggal berada dekat dengan lift.
Suasana di dalam kamar hotel Grand Zam-zam.
……..
Tempat makan di hotel Grand Zam-zam berada di lantai P3 pada food-court, dengan makanan prasmanan dari restoran Mr. Sate.
……..
Kejadian yang cukup langka, saat aku mau sholat Maghrib ada Askar yang datang dan sholat pada shaf yang ada di depanku.
……..
Rumput hijau tampak tumbuh dengan baik di beberapa tempat di Mekah, juga tanaman-tanaman yang terawat dengan baik.
……..
Onta yang disewakan di dekat bukit Tsur.
……..
Jabal Rahmah, pada saat bus rombongan kami tiba ada beberapa motor ATV yang dikemudikan oleh pemuda-pemuda Arab tampak berkeliaran di halaman, ada yang berboncengan ada yang sendiri. Aku pikir mungkin motor-motor ATV itu disewakan kepada para pengunjung, seperti beberapa Onta yang juga ada disitu. Tapi kemudian ketika mobil jip polisi datang, motor-motor ATV itu pada pergi, mungkin tidak boleh.
……..
Menara pada Jabal Rahmah, aku potret dari bagian lain bukit itu yang sedang tidak banyak orang, cuma beberapa orang Turki. Tapi kemudian rombongan orang-orang Turki lain ikut datang ke tempatku memotret dan berpose bersama.
Bus-bus penziarah terlihat dari atas Jabal Rahmah.
Ketemu lagi sama Ustadz Subki Al Bughori, kali ini di halaman Jabal Rahmah. Ada dua kameraman yang sedang meliput sang ustadz, dengan logo SCTV di kamera.
Saat kembali lagi ke Jeddah, menginap semalam di hotel Holyday Inn. Pemandangan dari jendela kamar hotelku di Jeddah, ada kolam renang.
Loby di hotel Holyday Inn Jeddah. Ustadz pembimbing pak Ansory sedang berbicara dengan bu Raharti Pane pimpinan dari Pesona Arafah yang menyelenggarakan perjalanan ibadah Umroh ini.
Tempat makan di hotel Holyday Inn Jeddah berupa ruangan ballroom seperti yang biasa disewakan untuk acara pernikahan.
Kamar tempatku menginap di hotel Holyday Inn Jeddah, dua kamar dijadikan satu.
Diantara mobil yang cukup banyak dijumpai di Jeddah adalah Ford Taurus seperti pada foto ini.
Pedagang asongan ada juga di Jeddah, antara lain jual sarung untuk setir mobil dan minuman air mineral.
……..
Kawasan pertokoan Rubaiya di Jeddah yang sempat kami kunjungi karena ada diantara rombongan yang ingin beli tas merk Gucci untuk sang istri yang jadi notaris.
……..
Penjaga toko Gucci di Rubaiya Jeddah, sempat bicara sama aku dan menyebut kata komputer, tapi aku nggak terlalu jelas mendengar. Saat aku dan rekan-rekan akan pulang dia sempat pesan dalam bahasa Inggris agar kalau ke Jeddah lagi jangan lupa mampir di toko dia lagi.
Ada sepeda onthel di dalam toko Gucci di Rubaiya Jeddah, tapi aku tak sempat tanya berapa harga sepeda yang dilengkapi dengan tas Gucci itu.
……..
Pada beberapa tempat di Jeddah ada papan iklan dari perusahaan telepon Zain dengan bintang iklan mirip Rano Karno.
Sebelum menuju bandara Jeddah, mampir dulu di mesjid terapung yang terdapat di pantai Jeddah.
……..
Layar pada lantai atas pesawat di belakang kokpit para pilot, menggambarkan peta perjalanan pesawat.
Ketinggian rata-rata yang dilalui pesawat yang aku tumpangi mencapai sekitar 11000 meter, dengan kecepatan kadang 800 kadang 900 km per jam lebih.
Kalau pada saat berangkat aku berada pada baris terakhir deretan kursi sebelah kiri di lantai atas, maka pada saat pulang aku kembali mendapat kursi di lantai atas tapi di deretan kanan baris paling depan.
Meski sebagian besar penumpang pesawat adalah jemaah Umroh, tapi tepat disampingku ada orang Arab asli yang tidak bisa bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, entah kebetulan atau bagaimana aku tidak tahu.
Waktu pramugari menawarkan minuman kopi, teh, susu, atau jus, dan aku pilih susu seperti waktu berangkat, orang Arab di sebelahku itu langsung ngomel sendiri dalam bahasa Arab. Mungkin beliau tahu juga soal yang aku tulis di Baju Rahma Dan Gempa Aceh Awal April 2012” mengenai gempa di Aceh pada awal April 2012 lalu yang terjadi sehari setelah kamu muncul dengan baju berdada rendah sehingga belahan dada kamu tampak.
……..
……..
……..

 

Terus terang perjalanan ibadah Umroh ini tak disangka-sangka. Kadang aku merasa seperti sedang mimpi. Seperti diluar rencanaku. Alhamdulillah, terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu keberhasilan perjalanan ibadah Umroh ini.


Jakarta, 9 Mei 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: