Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Foto Rahma Tahun 2001 Waktu Di Metro TV Dan Soal Percaya


……..
……..
9 Mei 2001
Rahma Sarita di Metro TV tahun 2001 saat baru sekitar beberapa bulan Metro TV mengudara. Tampak wajah Rahma Sarita tidak ada nuansa sensualitas, masih seperti gadis dari daerah, dari Jawa atau mana, yang lugu. Saat itu Rahma Sarita kalau lagi siaran cuma disorot kamera dari arah depan saja, dan cuma separoh badan atas saja dengan pakaian rapi, sulit untuk dikatakan memikat berahi. Wajah seperti itu pula yang muncul sekitar awal tahun 2001 yang menyebabkan aku datang pada Februari 2001 karena ingin dapat istri cewe baik-baik yang lugu dan taat.
http://newsanchoradmirer.wordpress.com/2008/02/10/blast-from-the-past-rahma-sarita/
……..
16 Jul 2001, setelah pada akhir Juni 2001 muncul berita Rahma Sarita sudah menikah pada awal Juni 2001.
6 Agt 2001
9 Apr 2004
Ini adalah foto tahun 2004, tiga tahun sesudah menikah sehingga wajar kalau tampak lebih sexy, karena sudah kenal sama anu dan sering itu……. he-he-he-he ………Pada saat itu aku sudah tidak lagi melakukan pendekatan, namun karena itu merupakan tahun pertama Rahma muncul lagi setelah menghilang sejak akhir 2001 ikut suami studi di Inggris, maka pada awal April 2004 aku sempatkan kasih hadiah ulang tahun berupa lukisan, itupun cuma dititipkan di resepsionis tanpa ketemu langsung.
……..
……..


Tampaknya kamu tetap pada tudingan bahwa tahun 2001 aku mendatangi kamu di Metro-TV karena kebelet, bukan karena betulan mau menikah.

Untuk itu aku ingatkan, waktu tahun 2001 itu di Metro TV kamu jarang muncul seluruh badan, cuman kelihatan muka kamu ataupun setengah badan, dengan pakaian yang tidak sensual. Kaki kamupun jarang kelihatan, sebab kamu lebih sering tampil di belakang meja penyiar berita. Waktu itu kamu ‘kan belum muncul berupa talk-show yang pakai kursi sofa dengan kaki kelihatan.

Jadi rada sulit juga kalau kamu bilang tahun 2001 itu aku tergiur sama kamu, orang kamu waktu itu cuman kelihatan muka dan paling-paling setengah badan bagian atas dengan pakain yang rapi.

Beda kalau aku mulai melakukan pendekatan saat sekarang tahun 2012 ini dimana kamu sering tampil dengan rok diatas lutut, wajar kalau kamu curiga aku sekedar kebelet.

Tapi ‘kan aku mulai mendekati kamu di Metro TV tahun 2001, bukan di Jak-TV tahun 2012 ini.

Masih nggak percaya juga, kamu doain aja aku meninggal mendadak besok pagi kalau aku bohong.

Bukan apa-apa, ini untuk kepentingan kamu juga, setelah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita. Kalau kamu bersifat misleading, sehingga ribuan orang lebih suka memihak kamu untuk menuduh aku yang bukan-bukan, lalu di akherat terbukti tudingan itu tidak benar, maka kamu yang akan dituntut oleh ribuan orang itu karena telah menyebabkan aku teraniaya bertahun-tahun. Sehingga ribuan orang itu akan terkena hukuman di akherat cuma gara-gara memihak kamu menuduh aku.

Lagipula kalau kadang aku tergiur lihat cewe lain di TV, …….laaah aku ‘kan berusaha jadi cowo normal, semua cowo normal juga kadang tergiur lihat cewe tertentu di TV. Bohong kalau kamu bilang cuma aku yang suka tergiur lihat cewe di TV. Tapi ini sudah beda persoalan, yang jadi soal adalah aku serius pada tahun 2001 itu saat kamu belum tampil kelihatan kaki secara sensual, aku sudah serius ingin menikah sama kamu.

Tapi mungkin karena belakangan ini Bill Gates muncul seperti mendukung aku menikah sama kamu, sehingga kecurigaan politik muncul lagi. Untuk ini gampang saja, aku ‘kan terlalu banyak kekurangan untuk dapat masuk ke dunia politik. Wajahku kurang ganteng, gigi tonggos, ijazah SMP dan SMA-ku hilang, bagaimana mungkin aku masuk politik, menangani ijazah sendiri aja nggak bisa.

Ditambah lagi dengan kemunculan kamu yang kontroversil pada akhir Februari 2012 yang lalu dan aku tidak memarahi kamu meskipun kamu tampak seperti sudah melakukan perbuatan yang bukan-bukan entah dengan siapa, tentu dari kalangan Islam maupun agama lain yang fanatik tidak akan mendukung aku dengan sikapku ini kalau aku masuk ke politik. Karena apa, karena aku memang tidak bermaksud masuk ke dunia politik. Bukan mustahil semua yang kamu lakukan itu juga bagian dari skenario dari langit agar kita tidak terus-terusan dicurigai dalam soal politik, padahal ada tugas-tugas penting untuk umat manusia yang harus kita jalani. Kurang lebih seperti pada kisah nabi Khaidir a.s., yang melakukan beberapa perbuatan yang sepintas lalu seperti tidak baik, tapi ada maksud baik dibalik itu.

Oleh sebab itu aku tetap ingin menikah dengan kamu seperti aku sebut di surat sebelum ini Akad Nikah, Cuma Beda Beberapa Menit Antara Surga Dan Neraka Dan Dalam Soal Kita Antara Kiamat Dan Tidak. Sebab aku pikir sudah sedemikian banyak isyarat dari langit untuk kita menikah, dan sangat mungkin karena ada tugas penting yang harus kita lakukan untuk umat manusia. Apalagi sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita, tentu yang sangat baik kita lakukan adalah bersegera mengikuti isyarat-isyarat dari langit itu, kita menikah dan kemudian menjalani tugas dari langit untuk kebaikan umat manusia.

Bicara soal level, kita sedang diberi tugas pada level dunia terkait nasib umat manusia, tentu kita harus tidak malah berkutat di soal-soal yang tidak relevan yang justru harus kita eliminir. Seperti kalimatku ” ….. ‘ntar kalau nggak cemburu dibilang nggak betulan cinta ……”, soal-soal pribadi yang seperti itu seharusnya merupakan level yang sudah kita lampaui, sebab ada persoalan pada level yang lebih tinggi di tingkat dunia yang lebih penting untuk kita jalani.

Kalau lukisan kamu dengan presiden Obama yang dijadikan soal, ……….. laaaaah, dimana-mana juga orang suka berfoto bareng presiden Obama. Kalau dia ke restoran aja, para pegawai restoran, pelayan restoran, tukang sapu restoran, yang semua bukan politikus, pada kepingin berpose dekat presiden Obama. Dan nggak ada yang menuduh tukang sapu restoran itu mau masuk politik.

Surat ini aku mulai tulis menjelang acara Ada Apa Berita 12 Maret 2012 di Jak-TV dimana kamu baru muncul pada segmen yang jam sembilan. Saat kamu mulai muncul dalam interview dengan narasumber pak Burhanudin Muhtadi dari LSI, pak Soetan Bathoegana anggota DPR dari Partai Demokrat, Indria Samego pengamat politik, dan Zulfan Lindan ketua DPP Partai Nasdem, aku sambil terus menulis sambil lihat juga ke TV sampai dengan paragraf tersebut diatas.

Kemudian ketika sampai pada pak Soetan Bathoegana berbicara soal kemungkinan harga BBM naik dan dampak yang muncul yang diusahakan positif, setelah pak Soetan menyebut “…..kami percaya……” lalu kamu langsung menyambar dengan kata-kata  “…..ya deh, percaya, ……percaya …….” sambil menganggukkan kepala beberapa kali dan meneruskan dengan sekitar empat kali lagi kata “percaya”. Sehingga seperti merupakan respon kamu kepada surat ini juga terutama bagian yang aku tulis tebal diatas mengenai “Masih nggak percaya juga, kamu doain aja aku meninggal mendadak besok pagi kalau aku bohong.”

……..
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita 12 Maret 2012 di Jak TV dengan narasumber pak Burhanudin Muhtadi dari LSI, pak Soethan Batoegana anggota DPR dari Partai Demokrat, pak Indria Samego pengamat politik dan pak Zulfan Lindan ketua DPP partai Nasdem.
……..
……..
……..

Nah gitu dong, percaya …….. sebab dimana-mana kalau ada tugas dari langit ‘kan yang baik dilakukan adalah “…..sami’na wa ato’na ya Allah……..”, kami dengar dan kami taat ya Allah. Bukan malah asyik bermain di zona prasangka buruk sehingga malah tertunda-tunda tugas penting untuk kita.

Aku sangat serius dengan persoalan kita ini sebab dalam hubungan laki dan perempuan, di akherat kelak aku sebagai pihak laki-laki yang akan diminta pertanggungjawaban. Kalau kamu sih paling-paling tinggal ngomong “hamba  ‘kan ikut bagaimana mas Firman aja sebagai suami hamba ya Allah ………,” sambil senyum-senyum manis, senyum ciptaan Allah juga………….


Jakarta, 13 Maret 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: