Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  So Late As Har, Sesudah Kode Bill Gates A3Anqw, At Hajjah Reea Didi …… You


Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 27 Januari 2012, diantara narasumber adalah pak Didi Irawadi.
Pesan pada Twitter Bill Gates saat aku buka tanggal 28 Januari 2012 jam 8:39 pagi baru dimuat sekitar 38 menit sebelum itu. Memuat kode link “A3Anqw”. Seperti berarti  “At_h_reeA end q double you”, yang memiliki makna “At Hajjah Reea Didi …… You”, aku harus disamping kamu seperti posisi pak Didi Irawadi saat interview, agar aku menikah sama kamu dan ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.
……..
Sampai di dekat rumah pak Reza sudah masuk waktu Ashar, jadi mampir dulu di mesjid Al Falah untuk sholat Ashar.
……..
Taman Kanak-kanak di sebelah rumah pak Reza tampak di latar belakang.
……..
……..
Karena pak Reza tidak jadi pulang dari Semarang sore itu, aku mampir lagi di mesjid Al Falah untuk sholat Maghrib.
……..
Sesudah sholat Maghrib makan nasi goreng di warung seberang depan mesjid. Selain karena lapar dingin-dingin sesudah hujan, juga karena ada orang mirip Ibas anak pak SBY lagi beli nasi goreng juga.
……..
……..
……..


Sejak beberapa hari lalu muncul ide di kepalaku untuk berkunjung ke pak Reza. Selain emang sudah lama nggak ketemu, sebelum ini aku ketemu pada Oktober tahun 2010 saat ada pertemuan keluarga mempelai pak Naufal dan istri yang baru dinikahi. Juga karena siapa tahu pak Reza dapat kasih info soal kamu, agar kita bisa segera adakan pembicaraan serius terutama setelah belakangan ini Bill Gates dan Prince Alwaleed seperti ingin agar kita segera bereskan persoalan kita.

Semula muncul rencana untuk datang pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2012. Sebab tanggal 28 sesuai dengan aku menanggalkan 28 yaitu terkait temanku yang pernah tinggal di rumah nomer 28, aku tanggalkan dia dan orang-orang yang dapat diasosiasikan dengan dia,  agar aku saja yang menjadi suami kamu dan kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Tapi yang jadi persoalan, malam sebelum itu yaitu pada tanggal 27 malam kamu pakai rok abu-abu. Temanku yang dulu tinggal di rumah nomer 28 juga bernama belakang Abu. Berarti kalau aku datang tanggal 28, meskipun dengan maksud baik yaitu agar menanggalkan orang-orang yang terkait dengan nama Abu dari kemungkinan ketemu ajal, dan biar aku saja yang ketemu ajal, tapi ‘kan sama juga aku menanggalkan rok kamu yang berwarna abu-abu itu. Padahal kita belum menikah.

Kalau kebetulan kamu sedang ke rumah pak Reza menengok anak kamu yang sekarang bertempat tinggal disitu, dan kamupun terpikir pula soal menanggalkan rok abu-abu, kita dapat terjerumus melakukan yang bukan-bukan.

Maka aku tunda rencana ke rumah pak Reza menjadi tanggal 29, dan aku datang pakai baju kotak-kotak. Sehingga dapat berarti “kau tak tanggal 29”. Seperti pernah aku sebutkan terkait nomer mobil kamu B 939 RA, dua angka 9 dapat seperti bentuk kacamata atau kalau berukuran besar seperti penutup bagian depan atas perempuan.

Jadi dengan aku datang pakai baju kotak-kotak tanggal 29 berarti  “kau tak tanggal 29”, kamu tidak menanggalkan sesuatu saat kita ketemu, kita tidak bermaksud melakukan yang bukan-bukan diluar nikah.

Isyarat mencegah perbuatan yang bukan-bukan itu sudah dimunculkan pula oleh Bill Gates lewat pesan Twitter yang saat aku buka pada tanggal 28 Januari 2012 jam 8:39 pagi baru dimuat sekitar 38 menit sebelum itu. Pesan itu berupa kode link “A3Anqw”.

Kalau diartikan, kode link “A3Anqw” itu dapat berarti sebagai berikut. “A-three-A- end-q-double-you”, karena huruf “w” kalau dalam bahasa Inggris dibaca sebagai “double you”.

Kalau diurai lebih lanjut, “A three A end q double you” menjadi “At_h_reeA end q double you” dimana “reeA” adalah seperti nama tetanggaku dulu Ria, teman sama kakakku sejak sekolah. Jadi  “At  h  reeA”  berarti “at Hajjah Ria”, tetanggaku Ria itu memang sudah naik haji.

Sedangkan “end q double” dimana “q” dapat diartikan bahasa Indonesia “ke”, dan “end” identik dengan kata bahasa Inggris “die” yang kalau double menjadi “die die”, dibaca dalam bahasa Indonesia “di di”, adalah seperti nama suami tetanggaku Ria itu yaitu Didi, yang juga seperti nama pak Didi Irawadi yang pada tanggal 27 malam duduk di samping kamu.

Sehingga secara lengkap pesan dari Bill Gates untuk aku itu adalah “at hajjah Ria, Didi …… you”, yaitu aku yang harus seperti pak Didi Irawadi yang malam itu duduk di samping kamu, aku harus berada disamping kamu, menikah sama kamu untuk kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Sebab ini terkait dengan nasib umat manusia setelah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita.

Minggu pagi tanggal 29 Januari 2012 akupun bersiap menjalankan ekspedisi mencari info kamu ke pak Reza. Pagi-pagi aku sempatkan buka Internet dulu di rumah. Bill Gates yang sedang ke Davos menghadiri World Economic Forum bersama beberapa pemimpin negara dan perusahaan besar, belum kasih pesan Twitter baru. Seperti sedang beri kesempatan aku memahami pesan soal “A3Anqw” itu.

Kemudian komputer rada macet saat aku mau sign-in ke Yahoo Groups lewat Mozilla Firefox untuk lihat mailing list teman SMA-ku. Semua halaman langsung hilang, dan yang muncul CHKDSK, check-disk yang kurang lebih seperti scanning tapi cuma pada folder tertentu dan makan waktu beberapa menit sebelum kemudian komputer melakukan re-start. Aku coba lagi sign-in ke Yahoo Groups lewat Mozilla Firefox, terjadi lagi semua halaman hilang. Baru bisa setelah aku pakai Google Chrome.

Aku perlu memastikan apakah problem tidak muncul kalau tidak pakai Mozilla Firefox dengan membuka beberapa situs lain, sekalian baca pesan pada mailing list teman SMA-ku. Juga browsing hasil pertandingan FA Cup antara Liverpool vs MU malam sebelum itu yang seperti memuat isyarat untuk kita juga, yaitu skor 2-1 untuk Liverpool, dengan gol kemenangan oleh Dirk Kuyt pada menit 88 yang seperti sesuai tanggal 28.

Karena problem komputer itu, rencanaku pergi pagi jadi tertunda. Semakin tertunda lagi ketika hujan mulai turun sekitar jam setengah dua belas, kadang deras kadang sedang atau gerimis, dan baru reda jam satu lewat. Akupun berangkat.

Saat aku naik sepeda menjelang toko Vinna Mart di jalan Jawa, hujan turun lagi tapi untung cuma sebentar. Aku sempat berhenti dan masuk ke Vinna Mart, lalu setelah tahu hujan sudah reda lagi aku lanjut, tapi sampai jalan Anggrek menjelang pertigaan jalan Limo-Cinere Raya hujan turun lagi, kebetulan dekat warung bakso yang ada di seberang penjual tanaman, jadi aku berteduh disitu sekalian makan dulu bakso semangkok dan es serut yang juga dijual di situ.

Setelah aku naik sepeda lagi menjelang kantor polisi Polsek Cinere yang berada dekat mesjid dan sekolah SMA, hujan lagi dan cukup lebat sehingga beberapa pengendara sepeda motor ikut berteduh di teras warnet dekat Polsek Cinere. Untung hujan itu cuma sebentar sekitar lima menit, dan aku langsung naik angkot ke Mal Cinere, ambil 50 ribu di ATM dan beli minyak rambut di Superindo khawatir nggak ada kembalian untuk ongkos angkot.

Sampai dekat rumah pak Reza, sudah masuk waktu Ashar jadi aku mampir dulu ke mesjid Al Falah untuk sholat Ashar. Jadi rencana semula untuk datang sebelum Dhuhur tapi baru sampai dekat rumah pak Reza saat sudah masuk waktu untuk sholat Ashar, seperti isyarat dari langit “so late as Har”. Sudah terlambat untuk aku berada di bawah seperti Prince Harry yang sebagai adik adalah dibawah dari Prince William. Aku sudah berada di point of no return, untuk naik ke atas menghadap Allah SWT untuk kebaikan umat manusia.

Selesai sholat Ashar aku ke rumah pak Reza tapi beliau lagi pergi ke Semarang. Aku bicara sama adik pak Reza yaitu Ulfah di ruang tamu, sempat disuguhi teh. Ulfah anak sulung dari tiga bersaudara, dan satu bapak tapi lain ibu sama pak Reza yang juga tiga bersaudara antara lain dengan pak Kompol Naufal yang sekarang tugas di Semarang.

Lebih setengah jam berbincang di ruang tamu, antara lain Ulfah menyebut soal dia tinggal disitu sejak tahun 2005. Tapi sejak dia disitu, kamu sudah tidak tinggal disitu karena kamu sudah bercerai sejak tahun 2005 itu sehingga dia tidak tahu banyak soal kamu.

Semula aku mau sekalian nunggu Maghrib dan numpang sholat, tapi kemudian tante pak Reza muncul. Rambut putih uban, wajah seperti Ahmad Albar, dan kasih tahu berita pak Reza tidak jadi datang sore itu karena pesawat ditunda. Dari balik sang tante, muncul anak kecil perempuan berbaju merah umur sekitar sepuluh tahun, berwajah cantik lucu dan putih, mirip kamu, memandangi aku. Akupun langsung menunjuk, “Ini anak Rahma ya……..”.

Tapi tante dari pak Reza itu tidak terima, dan menjawab dengan logat Semarang: “….. anake pak Naufal koq, yoooo…….”, dan si anak mengangguk lucu. “….. masa’ dibilang anake Rahma ………,” lanjut sang tante. Ini jadi seperti kisah perebutan anak di Infotainment, akupun tidak ikut campur lebih lanjut.

Setelah bicara di telepon sama pak Reza lewat HP yang dipinjamkan sang tante, akupun permisi pulang. Mampir dulu di mesjid Al Falah lagi untuk sholat Maghrib, lalu makan nasi goreng di seberang mesjid, dan pulang ke rumah.


Jakarta, 29 Januari 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: