Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Hak Tidak Mau Jadi Pemimpin Politik


………
………
Rahma Sarita pada Ada Apa Berita di Jak-TV 26 Januari 2012.
………
Kedua foto ini kalau tidak dikasih penjelasan bisa jadi bahan isyu lain untuk memojokkan aku nih. Maka aku jelaskan disini, dulu aku pernah tulis humor-humor dengan tokoh bernama Dul, dan setelah itu muncul sinetron Si Doel di TV. Maka nama Dody Abdul Kadir ini biarlah menjadi isyarat aku bersedia menjadi seperti Dody Alfayed yang tewas bersama Lady Diana. Tinggal terserah kamu apakah kamu mau atau lebih suka dengan status seperti tante Ema, tanteku yang tetap hidup setelah sang suami wafat.
………
………
………
………
………


Kamis 26 Januari 2012 malam pada segmen terakhir Ada Apa Berita di Jak-TV muncul para narasumber antara lain pak Prijanto dengan topik soal Pengunduran Diri Wagub DKI pak Prijanto. Menurut kabar mutakhir, pada Selasa malam DPRD DKI tidak dapat melakukan sidang mengenai pengunduran diri itu, karena sejumlah besar anggota dari partai tertentu yang pada 2007 mendukung pasangan Foke Prijanto tidak hadir, sehingga tidak tercapai kuorum.

Dalam suasana eforia politik di tanah air tercinta Indonesia ini, dimana banyak orang masuk dunia politik, dan banyak juga yang jadi sasaran tuduhan dianggap saingan berat di bidang politik, mungkin perlu untuk dipertimbangkan memberi hak kepada orang-orang yang memang tidak mau jadi pemimpin politik.

Sebab isyu “kepingin jadi pemimpin politik” dapat sangat mengganggu juga kalau orang yang bersangkutan sebetulnya tidak ada keinginan jadi pemimpin politik.

Dan aku termasuk yang sering terkena isyu semacam itu, disangka diam-diam mau jadi pemimpin politik. Padahal, mana mungkin jadi pemimpin politik secara diam-diam. Orang lain mendaftarkan jadi calon, aku diam-diam saja. Orang lain sibuk berkampanye pada masa kampanye, aku diam-diam saja. Orang lain sudah muncul nama di daftar calon pada hari pemilihan, aku diam-diam saja. Lha, terus siapa yang mau milih aku kalau aku diam-diam saja.

Bukan musatahil muncul pula tudingan aku pingin jadi gubernur DKI, yang menyebabkan belakangan ini aku baru datang menemui kamu karena menjelang pemilihan gubernur DKI pertengahan 2012. Sebab tempat kerja kamu Jak-TV dikenal sejak tahun 2007 aktif mengadakan diskusi-diskusi soal pemilihan Gubernur DKI. Berarti tudingan ini tidak bedasarkan menyimak keadaan. Kamu ‘kan menghilang dari TV-One sejak Agustus 2010, dan dapat dikatakan betul-betul menghilang dari aku karena kamu cuma muncul di Alif-TV yang cuma bisa dilihat oleh yang berlangganan Telkom-TV. Aku tidak terpikir untuk berlangganan Telkom-TV karena aku tidak tahu berapa lama kamu akan bertahan, jangan-jangan aku baru mulai berlangganan seminggu lalu kamu pindah lagi entah kemana ke TV lain yang.tidak masuk di paket langganan pada Telkom-TV.

Setelah dapat info kamu pindah ke Alif-TV, aku coba telpon, tapi dibilang nggak ada nama kamu di Alif-TV. Ada info pula mungkin kamu di Jak-TV, tapi waktu aku telpon dibilang nggak ada pegawai Jak-TV yang bernama Rahma Sarita.

Setelah beberapa bulan berlalu, aku berhasil datang ke kantor Alif-TV yang baru di Dharmawangsa. Tapi kamu cuma terlihat di layar TV sedang bawa berita siang pada acara yang bernama Republika-9. Kemudian aku dapat info kamu jarang muncul di Alif-TV, bahkan ada seorang satpam yang bilang sama aku, selama dia kerja disitu belum pernah lihat seseorang yang bernama Rahma Sarita.

Muncul info lain, kamu kalau rekaman acara Republika-9 adalah di studio kantor koran Republika di Warung Buncit. Tapi waktu aku telpon, dibilang tidak bisa telpon disambungkan ke kamu karena kamu bukan pegawai disitu, cuma numpang shooting acara tertentu.

Berarti sejak kamu menghilang dari TV-One bulan Agustus 2010, aku kehilangan arah dan jalan untuk ketemu kamu, semua seperti tembok tertutup untuk aku.

Baru kemudian setelah muncul bencana akhir Nopember 2011 berupa jembatan runtuh di sungai Mahakam, yang sepintas mirip nama perusahaan PT Mahaka yang mengelola Jak-TV, Alif-TV, Koran Republika dan lain-lain, muncul acara baru di Jak-TV. Yaitu acara Ada Apa Berita setiap malam Senin sampai malam Sabtu di Jak-TV sejak pertengahan Desember 2011, dengan Rahma Sarita sebagai salah satu presenter.

Setelah itulah baru aku mulai datang ke Jak-TV sejak akhir Desember 2011, dan kebetulan sedang menjelang pemilihan gubernur DKI pertengahan tahun 2012.

Lagipula aku pikir tidak tepat kalau mempertaruhkan nasib jutaan orang, kepada seseorang dengan kemampuan yang tidak jelas seperti aku ini untuk menjadi pemimpin. Aku ‘kan tidak ada pengalaman organisasi yang baik. Dulu waktu remaja aku cuma jadi bagian ilustrator, membuat gambar-gambar di majalah stensilan organisasi remaja di rumahku. Juga tidak ada pengalaman jadi anggota organisasi besar, entah organisasi masa atau organisasi politik. Pengalaman kantor juga tidak di level manajer, cuma pegawai biasa.

Maka itu aku bilang cukup mengganggu juga kalau aku dituduh kepingin jadi pemimpin politik, sebab latar belakangku sendiri tidak mencukupi, lha terus apa sih yang jadi dasar dugaan aku bakal jadi pemimpin politik. Sekedar untuk pidato aja aku belum pernah, lagipula kalaupun aku pidato paling-paling keserimpet gigiku.

Kalau kemudian hubungan jarak jauhku dengan para tokoh internasional yang senang mengambil inspirasi dari aku jadi terganggu karena tuduhan politik seperti itu, ‘kan jadi muncul pertanyaan, untuk apa sih, aku sendiri gak ada latar belakang yang cukup baik koq untuk jadi pemimpin.

Oleh sebab itu pula aku pikir mungkin memang lebih baik aku segera naik ke atas menghadap Allah SWT, ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia. Sebab selama ini sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kamu dan aku, di dalam maupun di luar negeri, setiap kita seperti akan berpisah. Bagaimana kalau ini memang ujian dari Allah, untuk menguji kita apakah kita akan menjalani isyarat-isyarat yang muncul dari langit atau kita malah sibuuuuuk bertikai dan bertengkar urusan kesenangan duniawi. Para malaikat mungkin juga pada geleng-geleng kepala, orang-orang ini meskipun sudah muncul beberapa bencana besar terkait nasib umat manusia, tetap aja pada sibuuuuuk bertikai urusan kesenangan duniawi.

Mungkin juga dengan mengungkap Hak Tidak Mau Jadi Pemimpin Politik berarti aku termasuk orang tidak normal. Tapi tak mengapalah, memang aku sudah lama seperti itu ………


Jakarta, 27 Januari 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: