Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Warna Baju Dan Bukan Cari Pacar, Serta Baju Putih Paris Hilton Dan Malia Obama


Setelah pada tanggal 28 Desember 2011 malam aku datang ke kantor kamu pakai baju abu-abu, sehari kemudian pada 29 Desember 2011 malam kamu pakai baju dengan motif kotak-kotak yang memuat warna abu-abu sedangkan rekan host kamu yang juga perempuan pakai blus putih. Seperti mengingatkan aku kalau aku mau ketemu ajal bersama kamu maka aku harus pakai baju putih juga, jangan baju abu-abu sebab beberapa hari sebelum itu kamu juga sudah rela pakai baju putih, seperti kain kafan.
…….
…….
Seperti aku tulis di surat soal Charlize Theron di CNN, waktu aku sholat Jum’at di mesjid Wisma Cakra tanggal 23 Desember 2011 ada jenazah yang akan disholatkan yang datang hampir bersamaan dengan aku. Kemudian ditempatkan di teras mesjid tempat aku sering duduk kalau sedang mendengar khotbah. Belakangan aku ketahui dari pembacaan pengumuman di mesjid bahwa itu adalah jenazah dari ibu Rahmawati, mirip nama kamu.
Maka seminggu kemudian pada Jumat tanggal 30 Desember 2011 aku sholat Jumat pakai kaos warna hijau. Maksudku solider dengan warna kain penutup keranda pembawa jenazah yang seperti biasa berwarna hijau.
Tapi pada Jumat tanggal 30 Desember 2011 itu sudah ada beberapa orang, antara lain ada yang berbaju hijau, yang duduk di bekas tempat keranda jenazah bu Rahmawati itu sehingga aku duduk lebih ke kanan.
Kemudian aku seperti diingatkan oleh beberapa orang yang pakai baju kaos putih yang seperti sengaja lewat di depanku agar aku lihat baju putih mereka itu. Yaitu bahwa kalau aku mau meninggal bersama kamu seperti kisah Romeo dan Juliet, aku harus pakai baju atau kaos putih, yang seperti kain kafan, bukan kaos hijau. Sebab kalau warna hijau berarti cuma seperti kain penutup keranda jenazah, yang cuma untuk mengantar jenazah saja, tidak ikut dikubur. Yang ikut dikubur adalah kain kafan, dan yang umum dipakai adalah kain putih.
Sehingga rencanaku untuk langsung ke kantor kamu selesai sholat Jumat, langsung aku batalkan dan aku ganti baju dulu dengan kaos warna putih.
…….

…….
Seperti sudah pernah aku sebutkan, tanggal 16 Desember 2011 siang aku menulis soal kisah Romeo and Juliet karena pada malam sebelum itu ada pemusik dari Peru membawakan lagu “A Time For Us” dari film “Romeo and Juliet” keluaran tahun 1968. Pada surat itu aku sebutkan meski banyak yang tahu nama Romeo and Juliet namun tidak sedikit yang tak mengetahui bahwa akhir kisah itu adalah tragis yaitu Romeo dan Juliet mati bersama-sama. Beberapa jam kemudian pada 16 Desember 2011 malam hari kamu tampil memakai blus warna putih, seperti kain kafan untuk jenazah. Seperti isyarat dari kamu bahwa kamu bersedia menjalani jalur seperti Romeo and Juliet, mati bersama-sama.
Beberapa hari kemudian pada tanggal 21 Desember 2011 Paris Hilton memuat pesan Twitter dengan link menuju foto-foto saat akan berangkat ski di Aspen, dan memakai baju putih juga. Link itu memuat kode “am” seperti pada namaku A.M. Firmansyah.
…….
…….
( Zimbio.com / FlynetPictures.com )
…….
Kemudian muncul pula foto-foto Malia Obama saat hari Natal 25 Desember 2011 dengan mengenakan rok putih. Kalau dilihat pada posisi laptop di kamarku, presiden Obama seperti sedang melihat ke lukisan “Rahma Michelle Pray” yang ada kamu pakai kerudung putih.
U.S. President Barack Obama walks with daughter Malia into a Christmas morning church service at Marine Corps Base Kaneohe Bay in Hawaii, December 25, 2011. REUTERS/Jason Reed (UNITED STATES – Tags: POLITICS) Sun, Dec 25, 2011
…….
President Barack Obama, second from right, first lady Michelle Obama, left, and their daughters Malia, right, and Sasha, not seen, arrive to attend Christmas service at the Kaneohe bay Chapel on Marine Corps Base Hawaii, Sunday, Dec. 25, 2011, in Kaneohe, Hawaii. (AP Photo/ Carolyn Kaster) Sun, Dec 25, 2011
…….
…….
…….


Mohon maaf kalau aku kadang “telmi”, telat mikir. Sikap kamu yang cuma menatap aku dan bilang “Ooooo, orang cari pacar….” lalu pergi menghilang pada saat aku datang tanggal 28 Desember 2011 malam, semula aku pikir cuma terkait soal yang aku muat di surat sebelum itu yaitu Charlize Theron di CNN.

Baru kemudian pada 29 Desember 2011 malam, setelah siang hari aku muat surat “Meralat Soal Sarung Dan Serius Soal Jual Lukisan“, aku baru sadar ada makna lain dari ucapan kamu itu yang justru lebih penting yaitu terkait baju yang aku pakai malam itu, baju lengan panjang warna abu-abu.

Padahal seperti aku tulis di surat soal Charlize Theron di CNN itu, maksud kedatanganku tanggal 28 Desember 2011 malam itu adalah terkait angka 28 nomer rumah tempat temanku Fery Abu pernah tinggal dulu di jalan Sukabumi.

Diantara film yang pernah dibintangi Charlize Theron adalah “The Devil’s Advocate” bersama Keanu Reeves produksi tahun 1997. Nama dari Keanu Reeves mengingatkan pada Arief yang menikah dengan tetanggaku seorang cewe yang pernah dekat dengan aku dan kemudian dekat dengan temanku Fery Abu sebelum kemudian menikah dengan Arief.

Karena kamu pada tanggal 16 Desember 2011 malam sudah muncul berbaju putih, warna yang seperti kain kafan orang meninggal, yang seperti isyarat kamu bersedia menjalani jalur Romeo and Juliet yang tewas bersama, jadi aku harus seperti Arief yang menikah dengan tetanggaku yang cewe itu, bukan seperti temanku Fery Abu yang cuma pacaran tidak sampai menikah. Untuk memastikan kamu menjalani ketemu ajal bersama seperti Romeo dan Juliet itu dengan aku, bukan dengan orang lain, dalam keadaan kita terikat pernikahan.

Namun karena aku muncul pada tanggal 28 Desember 2011 itu dengan baju abu-abu, maka kamu tidak mau bicara sama aku dan cuma bilang “Ooooo, orang cari pacar….”.

Dan sebetulnya sehari setelah aku datang pakai baju abu-abu itu, kamu sudah pula mengingatkan aku dengan tampil pakai blus hitam di luar dan rok terusan di dalam bermotif kotak besar yang memuat warna abu-abu, sedangkan host yang satu lagi yang juga perempuan pakai blus putih. Seperti mengingatkan aku kalau aku mau ketemu ajal bareng kamu maka aku harus pakai baju putih juga, jangan baju abu-abu sebab beberapa hari sebelum itu kamu sudah rela pakai baju putih.

Kemudian pada Jumat siang tanggal 30 Desember 2011 aku hampir melakukan kesalahan lain. Aku pergi ke mesjid untuk sholat Jumat pakai kaos warna hijau. Maksudku karena pada Jumat seminggu sebelum itu ada jenazah yang ditempatkan di tempat aku biasa duduk di teras mesjid dan jenazah itu kemudian aku tahu bernama Rahmawati. Maka dengan aku pakai kaos hijau Jumat kemarin itu, aku bermaksud solider dengan warna kain penutup keranda pembawa jenazah yang seperti biasa berwarna hijau dengan tulisan huruf Arab warna kuning.

Setelah aku di mesjid, baru aku tahu kaos hiijau yang aku pakai itu keliru. Aku seperti diingatkan oleh orang-orang yang pakai kaos putih dan seperti sengaja lewat di depanku agar aku lihat baju putih mereka itu. Yaitu bahwa kalau aku mau meninggal bersama kamu seperti kisah Romeo dan Juliet, aku harus pakai baju putih yang seperti kain kafan, bukan kaos hijau. Sebab kalau warna hijau, berarti cuma seperti kain penutup keranda jenazah, yang cuma untuk mengantar jenazah saja, tidak ikut dikubur. Yang ikut dikubur adalah kain kafan, dan yang umum dipakai adalah kain kafan putih.

Sehingga rencanaku untuk langsung ke kantor kamu selesai sholat Jumat, langsung aku batalkan. Sampai di rumah aku cari kaos warna putih, dan Alhamdulillah ada yaitu pemberian kakakku. Pada kaos putih itu terdapat tulisan merk “Willis” yang disulam bordir, dan sudah lama aku tambahkan dengan “Bruce” sehingga menjadi “Bruce Willis”. Sebab ada film yang dibintangi Bruce Willis yaitu Armagedon mengenai pengorbanan dia saat bumi terancam oleh sebuah Asteroid besar.

Dalam film itu dikisahkan, para ahli telah menghitung bahwa Asteroid itu berada pada jalur yang akan menabrak bumi. Diperkirakan akan terjadi kerusakan besar saat Asteroid itu menabrak bumi, bahkan mungkin kiamat.

Maka kemudian Bruce Willis bersama rekan-rekan dia dari sebuah perusahaan pengeboran minyak ditugaskan untuk menjadi astronot dadakan, diterbangkan ke Asteroid itu untuk melakukan pengeboran dan menanamkan bom nuklir. Agar kemudian Asteroid itu diledakkan dengan bom nuklir sebelum menabrak bumi. Tapi karena permukaan Asteroid itu tidak rata, banyak batu-batuan yang menonjol berserakan maka waktu pesawat ulang-alik yang dinaiki Bruce Willis dan tim sudah akan mendarat, terjadi benturan-benturan menyebabkan beberapa peralatan rusak. Juga alat yang untuk meledakkan bom nuklir dari jauh, mengalami kerusakan.

Bruce Willis kemudian mengambil tanggung jawab, bersedia ditinggalkan di Asteroid itu untuk menekan kenop peledakan bom nuklir itu secara manual, dengan resiko diri dia sendiri akan hancur bersama Asteroid itu.

Jadi setelah pesawat yang membawa rekan-rekan dia sudah berada pada jarak yang cukup jauh dan aman, Bruce Willispun meledakkan nuklir yang sudah ditanam di dalam Asteroid itu, dan diapun tewas hancur bersama Asteroid itu, namun dengan demikian umat manusia di bumi berhasil selamat dari tabrakan dahsyat oleh Asteroid itu.

Jumat sore tanggal 30 Desember 2011 itupun aku sampai di kantor kamu dengan baju kaos putih bertuliskan Bruce Willis itu, sebagai simbolis kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia mengingat sudah muncul beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita. Tapi ternyata orang kantor kamu bilang kamu mungkin nggak datang karena anak kamu sakit.

Namun malam hari ternyata aku lihat di TV kamu muncul juga. Apakah karena kamu tidak ingin aku tewas sendiri seperti Bruce Willis di film itu, melainkan harus bersama kamu seperti pada kisah Romeo and Juliet …….


Jakarta, 2 Januari 2012.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: