Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Jalur Alternatif, Seperti Romeo Dan Juliet


………
………
………
……… Kamis 15 Desember 2011 malam acara Ada Apa Berita di JakTV diselingi pada saat-saat tertentu dengan musik instrumental oleh Pacha Chalwanka pemusik asal Peru, menggunakan alat musik tiup yang terbuat dari bambu.
Sekitar jam 21.40 pemusik Pacha Chalwanka asal Peru memulai lagu “A Time For Us” dengan alat musik tiup tradisionil, yang merupakan lagu dari film “Romeo and Juliet” produksi tahun 1968.
………
Entah apa yang dipikirkan Rahma Sarita saat lagu “A Time For Us” sedang mengalun dan kamera mengambil gambar Rahma di samping sebuah lukisan.
………
………
………
………
Bruno Filippini dalam film “Romeo and Juliet” memerankan Leonardo dan menyanyikan lagu “What Is A Youth” yang memiliki irama yang sama dengan lagu “A Time For Us” cuma beda judul dan lirik. Lagu “What Is A Youth” digarap lebih seperti lagu seriosa sesuai setting film “Romeo and Juliet”, sedangkan lagu “A Time For Us” lebih bercorak pop, dan menjadi hits dibawakan oleh Andy Williams dan ada juga yang oleh Johnny Mathis.
………
Olivia Hussey pemeran Juliet dalam film produksi tahun 1968 “Romeo and Juliet” yang disutradarai oleh Franco Zefirelli.  youtube – NPFH70
Juliet bersama Romeo mengungkapkan rasa di hati.
Kemudian muncul suatu saat dimana Juliet harus mengambil langkah drastis yang rahasia berdasarkan saran dari teman-teman dekat dia. Yaitu meminum ramuan obat yang menyebabkan dia mati suri selama sekitar dua jam lebih untuk menghindari pernikahan dengan seseorang yang tidak dia cintai.
Tubuh Juliet yang seperti sudah meninggal itupun diangkut ke ruang penyimpanan mayat dengan disaksikan para penduduk sekitar.
………
Rahasia itu seharusnya disampaikan juga kepada Romeo, tapi orang yang ditugaskan tidak berhasil menemui Romeo dan malah orang lain yang memberi kabar ke Romeo bahwa Juliet sudah meninggal. Romeopun mencari tahu kebenaran berita itu, dan di semacam kamar mayat jaman dulu dia temukan Juliet tergeletak di salah satu dari jajaran pembaringan yang ada bersama beberapa sosok mayat yang disitu.
………
………
Setelah memastikan itu betul Juliet yang tergeletak tak bernyawa, Romeopun mengambil botol kecil berisi racun yang telah dia bawa…….dan meminum racun itu.
………
Dan Romeopun tergeletak di dekat pembaringan Juliet.
Beberapa saat kemudian, Juliet justru mulai siuman dari pengaruh ramuan obat yang menyebabkan mati suri itu. Dia menyentuh pipi dengan tangan untuk memastikan itu bukan mimpi.
Namun Juliet harus menemukan suatu fakta yang menyedihkan, Romeo telah tewas tergeletak di lantai.
Juliet mengambil botol racun Romeo dan berusaha meminum juga, namun racun itu sudah habis.
Juliet menemukan pisau yang dibawa oleh Romeo dan mehunjamkan pisau itu ke diri dia sendiri …….
youtube – ladyt4lyf3
……… . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Jenazah Romeo dan Juliet diusung ke tempat peristirahatan terakhir …….
………
………
………
………
………
………
………
………
Philippine Navy soldiers load hundreds of caskets, to be transported to Cagayan De Oro city, onto a navy ship which docked in Manila December 20, 2011. Disaster agencies on Monday delivered body bags, food, water, and medicine to crowded evacuation centres in the southern Philippines as officials ordered the digging of graves to prevent disease after hundreds died from flash floods. The national disaster agency said 684 died after Typhoon Washi slammed ashore in Mindanao island while residents slept during the weekend, sending torrents of water and mud through riverside villages and sweeping houses out to sea. REUTERS/Romeo Ranoco (PHILIPPINES – Tags: POLITICS DISASTER ENVIRONMENT) Mon, Dec 19, 2011
………
Policemen search for missing Typhoon Washi victims in a subdivision in Iligan city, southern Philippines December 19, 2011. Disaster agencies on Monday rushed to deliver body bags, food, water, and medicine to crowded evacuation centres in the southern Philippines as officials considered digging mass graves for hundreds killed in weekend flash floods. REUTERS/Erik De Castro (PHILIPPINES – Tags: DISASTER ENVIRONMENT)  Mon, Dec 19, 2011
………
A man distributes relief goods to victims of Typhoon Washi. (WashingtonPost/ERIK DE CASTRO/Reuters)
………
This aerial photo shows the damage caused by devastating floods. (WashingtonPost/Richel Umel/AP)
………
………
Philippines reels from typhoon’s destruction and a death toll of 927
Washington Post –
Posted at 01:07 PM ET, 12/19/2011
………
Typhoon Washi swept across the southern Philippines this weekend, washing away whole villages and killing 927 people, according to the latest estimates.
………
The typhoon in the Philippines looks to enter the inauspicious list after the northern coast of the southern island of Mindanao was pounded for 12 hours with nonstop rainfall Friday. Of the 580 people who died in one city, Cagayan de Oro, the majority were women and children. The Associated Press reports: “About 143,000 people were affected in 13 southern and central provinces, including 45,000 who fled to evacuation centers. About 7,000 houses were swept away, destroyed or damaged, the Office of Civil Defense said.”
………

………
Philippines searches for hundreds after typhoon kills 650
Erik De Castro | Reuters – Sun, Dec 18, 2011
………
CAGAYAN DE ORO, Philippines (Reuters) – Rescuers searched for more than 800 people missing in the southern Philippines on Sunday after flash floods and landslides swept houses into rivers and out to sea, killing more than 650 people in areas ill-prepared to cope with storms.
………
Cagayan de Oro and nearby Iligan cities on Mindanao island were worst hit when Typhoon Washi slammed ashore while people slept late on Friday and early Saturday, sending torrents of water and mud through villages and stripping mountainsides bare.
………
………
………
………
………


Kamis 15 Desember 2011 malam, waktu pemusik dari Peru yang bernama Pacha Chalwanka muncul lagi di depan layar kaca membawakan selingan lagu pada jam 21.40 dengan alat musik tiup tradisionil, aku jadi berpikir apakah kamu tahu latar belakang dari lagu dengan judul “A Time For Us” yang dia bawakan itu, sebab itu lagu tahun tujuhpuluhan awal sebelum kamu lahir.

Lagu itu adalah theme song dari film “Romeo and Juliet” produksi tahun 1968 dengan sutradara Franco Zefirelli berdasarkan naskah drama kisah cinta legendaris “Romeo and Juliet” yang ditulis oleh William Shakespeare pada sekitar tahun 1590.

Mungkin kalau nama Romeo dan Juliet banyak orang yang tahu, tapi mengenai akhir kisah yang tragis dari cerita itu mungkin banyak yang tidak tahu atau sudah tahu tapi lupa. Akhir dari kisah cinta legendaris Romeo and Juliet itu adalah kedua orang yang sedang saling mencinta itu meninggal dunia karena bunuh diri.

Bunuh diri yang dilakukan oleh Romeo dan Juliet sebetulnya karena salah sangka. Semula Juliet cuma pura-pura mati dengan meminum ramuan obat yang membuat dia seperti mati betulan selama sekitar dua jam lebih, agar terhindar dari keharusan menikah dengan orang yang tidak dia cintai yaitu bangsawan bernama Count Paris. Dan rahasia itu seharusnya disampaikan oleh seseorang kepada Romeo, tapi orang itu tidak berhasil menemui Romeo sehingga kemudian Romeo malah mendengar kabar dari orang lain bahwa Juliet sudah meninggal.

Setelah memastikan berita itu dengan mendatangi semacam kamar mayat jaman dulu, dan terlihat Juliet tergelatak tak bernyawa pada salah satu pembaringan yang berjajar di kamar mayat itu, maka Romeo meminum racun yang telah dia beli dalam perjalanan sebelum menuju ke kamar mayat itu. Romeopun tergeletak, meninggal dunia di lantai dekat pembaringan Juliet. Beberapa saat kemudian Juliet mulai siuman dari pengaruh ramuan obat, namun ketika dia menemukan Romeo tergeletak mati di dekat pembaringan dia, maka Juliet mengambil botol racun Romeo dan berusaha meminum juga, tapi racun itu sudah habis. Lalu Juliet mengambil pisau yang biasa dibawa orang pada masa itu pada pinggang Romeo, dan menusuk diri sendiri, Julietpun wafat bersama Romeo.

Mengingat lagu “A Time For Us” yang berasal dari film “Romeo and Juliet”  itu dibawakan oleh Pacha Chalwanka pemusik asal Peru itu di acara kamu pada sekitar jam 21.40, yang seperti terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda “fir” berarti empat, apakah berarti ada isyarat yang dia bawa untuk kita berdua, yaitu agar kita berdua mengambil jalur Romeo dan Juliet, ketemu ajal bersama-sama.

Entahlah, lebih baik kita serahkan kepada Allah SWT sebab yang lebih berkuasa atas soal ajal adalah Allah SWT.

Ada lagi yang menarik, beberapa hari lalu pada 12 Desember 2011 Paris Hilton memuat pesan Twitter yang berisi nama Olivia dan Miriam Nervo. Sedangkan pemeran Juliet pada film “Romeo and Juliet” produksi 1968 itu adalah Olivia Hussey.

Waktu aku kerja di hotel Mandarin tahun 1987, ada seorang temanku yaitu Nancy atau biasa dipanggil Noni, anak Yogya, yang berwajah sepintas lalu mirip aktris Olivia Hussey itu cuma si Noni itu lebih gemuk. Dan pada Jumat 16 Desember 2011 pagi di Metro TV pada segmen Advertorial menjelang jam delapan pagi diisi oleh produk minuman kesehatan Tahitian Noni.

Surat ini semula sudah aku selesaikan pada 16 Desember 2011 sore kemudian aku perbaiki pada beberapa bagian keesokan harinya. Dan ternyata pada 16 Desember 2011 malam terjadi bencana angin Typhoon Washi di Filipina yang menewaskan hampir 1000 orang. Berarti cuma beda beberapa jam setelah aku memuat foto Bruno Filippini seperti terlihat pada foto diatas, yang tampil di film “Romeo and Juliet” menyanyikan lagu “What Is A Youth” yang serupa dengan lagu “A Time for Us” yang dibawakan oleh pemusik dari Peru di acara kamu di JakTV pada 15 Desember 2011 malam.

Sehingga rencanaku untuk menemui kamu pada tanggal 22 Desember 2011 aku batalkan. Semula rencana itu aku pikir sudah tepat, sebab 2+2 adalah empat, sedangkan namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda kata “fir” itu berarti empat. Dengan menemui kamu pada tanggal 22 berarti seperti “tanggal Firman”, aku ditanggalkan dari dunia fana ini. Juga tanggal 22 dapat berarti, sesuai soal jalur Romeo dan Juliet yang aku sebutkan diatas, kita ketemu ajal bersama seperti kisah Romeo dan Juliet, dan orang akan bilang “si Rahma sama si Firman dua-duanya ketemu ajal bersama”.

Tapi dengan kemunculan angin Typhoon Washi di Filipina dengan korban hampir seribu orang beberapa jam setelah pada awal penulisan surat ini aku memuat foto Bruno Filippini yang bermain dan bernyanyi pada film “Romeo and Juliet” 1968 itu, seperti ada isyarat dari langit agar aku jangan datang pada tanggal 22.

Mungkin baik juga kalau aku datang tanggal 23, sebab seperti rumah Titiek Puspa di jalan Sukabumi tetanggaku dulu yang bernomer 23, dan pada tanggal 22 malam kamu ada segmen yang berupa kedatangan tamu Titiek Puspa bersama anak sulung beliau Petty. Dengan aku datang tanggal 23 berarti aku tanggalkan kesukaanku kepada bumi, dan aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.


Jakarta, 23 Desember 2011.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


sumber untuk Romeo and Juliet:

– Data tentang sejarah dan film Romeo and Juliet: Yahoo!Movies, IMDb, BBC, Romeo and Juliet Entire Play MIT.edu

– Foto-foto kecuali yang disebutkan pada bagian bawah foto:

_ Bruno Fillipini : http://www.youtube.com/watch?v=CCOafzKxfpA

_ Judul dan nama William Shakespeare, serta beberapa foto Romeo and Juliet:
http://www.youtube.com/watch?v=4FHpmn-KYec

_ Foto-foto death scene: http://www.youtube.com/watch?v=oDgL5H_PaGg


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: