Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Isyarat “M” Dan Merah Dari Bill Gates


……..
……..
……..
……..
……..


Sabtu tanggal 10 September 2011 sekitar jam setengah sembilan pagi aku sudah sampai di kantor kamu. Di depan kantor ada dua mobil dengan logo kantor kamu, dan waktu aku masuk ke ruang tunggu tampak sepi tidak ada seorangpun. Pintu di samping meja resepsionis terbuka, dan pintu ruang di belakang meja resepsionis juga terbuka. Setelah aku melangkah lebih lanjut tampak di ruang di belakang meja resepsionis itu ada seorang laki-laki sedang duduk menghadapi sebuah komputer sambil membelakangi pintu.

Setelah aku bilang assalamualaikum, orang itu bangkit dari kursi dan menemui aku, terlihat dia berkumis tapi tidak terlalu tebal. Aku salaman dan bilang mau berlebaran sekalian sama yang lain di kantor kamu itu, tapi dia bilang kalau hari Sabtu seperti itu kantor libur. Kantor buka dari Senin sampai Jumat. Akupun permisi dan pergi dari situ.

Karena masih pagi, aku tidak langsung pergi untuk naik bus, melainkan jalan kaki untuk mencoba cari penjual makanan untuk sarapan. Setelah mengelilingi blok komplek perkantoran kamu dan blok pertokoan yang ada di sebelah, aku kemudian menemukan beberapa penjual makanan di seberang depan kantor polisi. Aku beli bubur ayam sekalian makan disitu, dan ada beberapa polisi yang juga sedang sarapan.

Kedatanganku pada tanggal 10 itu antara lain terinspirasi oleh presiden SBY yang sehari sebelum itu pada 9 September 2011 berulang tahun dan sempat membacakan puisi hadiah dari penyair terkenal Taufik Ismail di depan para wartawan.  Dan ketika sampai pada bait yang memuat kata “menggoyang”, pak presiden SBY mengulangi bait itu.

” …….. Ini contoh lagi saudaraku presiden Republik Indonesia,
Kita hidup di zaman ketika perilaku bangsa mulai berubah,
sedikit-sedikit tersinggung, acung kepalan dan marah-marah
lalu merusak, membakar dan menumpahkan darah,
menggoyang-goyang pagar besi. Saya ulangi, menggoyang-goyang pagar besi hingga rebah, ………. “

Pengulangan bait yang memuat kata “menggoyang” itu oleh pak SBY seperti menggambarkan keadaan dimana pak SBY merasa ada pihak yang berusaha menggoyang posisi beliau sebagi presiden.

Maka dengan aku datang ke kantor kamu pada tanggal 10, berarti aku bukan termasuk orang yang menggoyang pak SBY.  Sebab kata “tanggal” dapat pula berarti “lepas”, seperti pada kalimat “gigi anak itu tanggal”. Sehingga kata “tanggal 10″ dapat berarti tanggal satu kosong, lepas satu kosong, menjadi simbolik bahwa aku tidak berminat untuk menyebabkan orang nomer satu di negeri ini menjadi kosong. Sesuai yang aku sering ungkapkan soal aku nggak berminat masuk ke dunia politik.

Selain itu kunjunganku ke kantor kamu Sabtu tanggal 10 September 2011 yang lalu itu juga terinspirasi oleh dua pesan Twitter oleh Bill Gates. Tanggal 7 September 2011 Bill Gates memuat pesan dengan kata-kata “that buzzing in my ear didn’t mean I was about to die” dan link pada pesan itu adalah ke sebuah situs soal Malaria. Artikel pada situs itu memuat logo huruf M dari kata Malaria dan setetes merah darah pada bagian tengah bawah.

Logo huruf M itu seperti memiliki arti lain yaitu isyarat dari Bill Gates soal status kamu sebagai Emma untuk aku, seperti tanteku tante Emma yang tetap hidup setelah sang suami Oom Noel wafat beberapa tahun lalu. Kata-kata “didn’t mean I was about to die…..” seperti mempertanyakan keseriusanku, kalau aku nggak kunjung menemui kamu dan mengadakan pembicaraan serius sama kamu, akan menimbulkan kesan seperti aku tidak betul-betul serius bersedia ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Pesan lain dari Bill Gates muncul pada 8 September 2011 menggunakan logo Bill&Melinda Gates Foundation yang berlatar warna merah pula. Pesan itu memuat link ke situs Impatient Optimists yang dikelola oleh Bill&Melinda Gates Foundation. Arti kata “Impatient” adalah tidak sabar, sehingga seperti isyarat bahwa karena persoalan kita yang sudah sepuluh tahun sejak tahun 2001 belum juga beres, dapat membuat orang-orang menjadi tidak sabar untuk mengetahui kelanjutan kesediaanku ketemu ajal dalam keadaan menjadi suami kamu, untuk kebaikan umat manusia.

Dan yang paling penting adalah kalau semua ini merupakan tugas untuk kita berdua dari Allah SWT. Keadaan kita ini, terutama kalau kita jadi menikah, memang akan tampak seperti tidak biasa sebab kamu cantik dan bekerja sebagai penyiar TV sedangkan aku cuma pas-pasan saja, wajahku pas-pasan, dompetku pas-pasan. Akan tetapi bukankah pada saat-saat tertentu Allah SWT suka memunculkan keadaan yang tidak biasa untuk menunjukkan keberadaan dan kekuasaan Allah, agar di akherat kelak tidak ada yang mengatakan tidak cukup mendapat peringatan dari Allah sewaktu di dunia.


Jakarta, 12 September 2011.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: