Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb


HAL:  Pesan Twitter Kamu Soal Posisi Di Sby



Ini memuat pesan Twitter kamu pada 1 Juni 2011 lagi, karena ada soal lain terkait beberapa kata pada pesan Twitter itu.

Kata-kata “…..bagi yg posisi di sby hub saya………..” bukan mustahil menimbulkan dugaan terkait dengan “posisi di sby” dalam soal politik, sebab selain berarti Surabaya, singkatan “sby” itu dapat pula berarti presiden SBY. Sehingga dapat menimbulkan kesan bahwa yang datang kepada kamu akan menggantikan posisi pak SBY.

Maka itu pula Allah SWT seperti membimbing aku agar jangan datang pada tanggal lain melainkan pada tanggal 14, sebab namaku Firman dimana dalam bahasa Jerman atau Belanda “fir” itu berarti “empat”. Dan kata tanggal memiliki pula arti lain yaitu “lepas” seperti pada kalimat “gigi anak itu tanggal” yang berarti gigi anak itu lepas.

Sehingga tanggal 14 dapat berarti “lepas Firman”, aku dilepas dari dugaan politik semacam itu. Bimbingan Allah yang aku maksud adalah seperti aku tulis di surat sebelum ini “Kunjungan Pertama Ke Kantor Baru Rahma Tanggal 14 Juni 2011” mengenai semula aku mau datang tanggal 10 tapi lalu sewaktu aku di mesjid menunggu sholat Jumat kemudian ada rombongan semut yang seperti mengantar jenazah, yang mengingatkan aku pada beberapa kejadian sebelum ini seperti ketika aku datang ke Wisma Nusantara namun nggak ketemu kamu dan sehari kemudian muncul berita Gus Dur wafat. Kemudian semula aku mau datang tanggal 13, tapi muncul Twitter di akun Bill Gates yang mengingatkan aku bahwa angka 13 itu seperti huruf “B” sehingga kalau aku datang tanggal 13 dapat berarti seseorang dengan huruf “B” akan tanggal dari dunia ini. Maka waktu itu aku Alhamdulillah datang pada tanggal 14 Juni sehingga sesuai kesediaanku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Seperti aku sebut selama ini, aku serius mau ketemu kamu karena beberapa isyarat dari langit yang muncul selama ini termasuk beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita. Sehingga seperti menunjukkan ada tugas penting yang harus kita lakukan dalam keadaan kita terikat pernikahan, berkaitan dengan nasib umat manusia. Dan aku nggak pingin main-main dengan soal ini sebab sama aja mempermainkan nyawa ribuan atau ratusan ribu orang atau mungkin lebih.

Mungkin muncul pemikiran ataupun dugaan yang menuding apa yang aku sebut dengan isyarat-isyarat dari langit itu merupakan sesuatu yang tidak logis, tidak masuk akal. Sedangkan yang lebih masuk akal adalah aku ini diam-diam ingin jadi presiden dengan menikahi kamu.

Maka perlu aku ingatkan disini, dugaan  “dengan menjadi suami kamu lalu otomatis menjadi presiden”  itu juga dugaan yang tidak masuk akal. Rakyat kita ‘kan membutuhkan presiden yang bekerja dengan baik memajukan bangsa dan negara, bukan presiden yang “karena menjadi suami Rahma Sarita lalu otomatis menjadi presiden”. Itu selain tidak ada dalam undang-undang, juga berpotensi menimbulkan kemurkaan Allah SWT.

Juga perlu aku jelaskan disini, dugaan aku ingin jadi presiden secara diam-diam itu juga merupakan dugaan yang tidak logis, tidak masuk akal. Sebab bagaimana rakyat akan memilih aku kalau aku diam-diam saja.

Ketika calon lain mendaftarkan diri di KPU, aku diam-diam saja. Ketika calon lain sibuk berkampanye sesuai jadwal KPU, aku diam-diam saja. Ketika nama calon lain muncul di daftar calon untuk dipilih oleh rakyat, aku diam-diam saja. Lha, terus gimana rakyat mau memilih aku kalau aku diam-diam saja seperti itu.

Kalau tudingan itu berkaitan dengan mungkin aku mau jadi presiden lewat kudeta, ini juga tidak logis dan tidak masuk akal. Aku ‘kan nggak pernah melakukan rapat-rapat gelap, nggak pernah menghimpun jutaan massa, nggak jadi anggota organisasi besar atau partai besar. Lha, terus mau kudeta pakai apa, kalau cuman nyelonong sendirian ke Istana, paling-paling dibilang orang nggak waras…….he-he-he-he-he…..

Maka itu aku mohon kamu serius untuk mengadakan pembicaraan penting dengan aku, sebab ini menyangkut nasib umat manusia di dunia. Dan kalau tugas ini diberikan kepada kita berdua, maka ini merupakan tanggungjawab kita berdua kepada Allah SWT, kita nggak bisa melempar tanggungjawab ini kepada orang lain. Kita nggak bisa mengatakan kita nggak menjalankan tugas itu karena dihalangi oleh pak itu, bu itu. Kita nggak bisa berdalih di akherat kelak bahwa kita nggak menjalankan tugas itu karena mendengarkan omongan pak itu, bu itu. Sebab kita ini ‘kan sudah dewasa, kamu sudah tigapuluh enam tahun dan aku sudah lima puluh tiga tahun.

Oleh sebab itu lebih baik kita berprasangka baik saja kepada Allah sesuai hadits Qudsi “Aku ini bagaimana hambaKu saja, kalau hambaKu berprasangka baik kepadaKu maka kebaikanlah yang didapat, kalau berprasangka buruk kepadaKu maka keburukanlah yang didapat”.

Kita berprasangka baik kepada Allah bahwa isyarat-isyarat dari langit itu adalah agar aku naik ke atas, ke langit menghadap ke hadirat Allah SWT, meninggalkan dunia fana ini untuk kebaikan umat manusia. Mungkin Allah sedang memilih kita untuk menjalani ujian, masih adakah manusia hamba-hamba Allah yang mau menikah karena Allah, bukan karena tujuan kesenangan duniawi semata seperti soal harta dan kekuasaan. Dunia sekarang ini ‘kan cenderung pragmatis, orang lebih suka kepada soal harta dan kekuasaan dan yang semacam itu. Sehingga wajar saja kalau Allah ingin menguji masih adakah manusia yang mau menikah karena Allah, bukan karena tujuan kesenangan duniawi semata seperti soal harta dan kekuasaan.

Lagipula kalau kita ini menikah karena sedang ada tugas penting dari Allah maka soal rejeki tentu Insya Allah akan dicukupkan oleh Allah. Seperti yang aku muat di surat sebelum ini soal Surat 24, surat An Nuur ayat 32 mengenai menikahkan orang-orang yang sendirian dimana Allah menjamin kalau mereka miskin maka Allah akan memampukan dengan kurniaNya.

Kalau kamu terus berprasangka buruk terhadap aku, ‘kan sama aja kamu tidak bersyukur kepada karunia Allah. Bahwa selama bertahun-tahun belakangan ini berbagai kejadian penting melibatkan tokoh-tokoh tingkat dunia yang seperti terkait dengan kita, termasuk beberapa lukisan tentang kamu yang seperti direspon oleh tokoh-tokoh tingkat dunia, tentu semua itu merupakan karunia Allah dan tidak dimunculkan secara sia-sia belaka oleh Allah SWT.

Maka kalau kamu menunda-nunda terus pembicaraan serius dengan aku, sama saja kamu menyuburkan fitnah dan menjerumuskan orang-orang ke dalam dosa fitnah karena orang jadi berpikiran yang bukan-bukan mengenai persoalan kita ini. Lebih bahaya lagi, kamu dapat masuk ke dalam kategori yang sering diungkapkan dalam ceramah agama mengenai surah 14, surah Ibrahim ayat 7 “kalau kamu bersyukur, Allah akan menambah karunia untukmu, tapi kalau kamu mengingkari karunia Allah maka azab Allah sangat pedih”.

Bukan mustahil muncul pula tudingan kenapa baru sekarang aku menghubungi kamu lagi, apakah karena menjelang Pilpres tahun 2014. Maka aku ungkapkan disini kronologi sejak kita kenalan tahun 2001.

Setelah lukisan kamu aku serahkan tahun 2001 dan diterima oleh kamu di lobby Metro TV, kamu mulai menghindar dari aku sampai kemudian muncul berita kamu sudah menikah. Itupun aku masih berusaha hubungi untuk dapat info apakah betul sudah menikah atau sekedar “playing hard to get”. Kemudian kamu malah pergi ke luar negeri.

Tahun 2004 awal, kamu muncul lagi di TV dan aku malah langsung menemui pak Naufal yang disebut sebagai suami kamu. Setelah itu aku nggak lagi menghubungi kamu sebab kalau kamu sudah jadi istri orang tapi tetap aku hubungi,  ‘ntar aku dituduh gangguin istri orang.

Awal tahun 2008 beberapa minggu sebelum Bill Gates datang ke Jakarta, pak Wardy mantan managerku di American Express menghubungi aku lewat SMS. Kemudian setelah beberapa minggu kontak lewat SMS dan e-mail, muncul kata-kata pak Wardy mengenai ada hubungan famili sama kamu dan pak Naufal sebagai “bekas suami Rahma Sarita”.

Tapi aku nggak langsung hubungi kamu sebab aku pikir percuma kalau aku masih bokek lalu kamu minta segera menikah, aku ada ongkos dari mana. Kecuali kalau waktu itu Bill Gates beli lukisanku. Beberapa bulan kemudian pak Wardy menyebut kamu sudah ada yang punya, tapi waktu bulan Agustus 2008 aku melukis Fira Basuki dan Paris Hilton untuk acara amal ulang tahun majalah yang dipimpin Fira Basuki, kamu menunjukkan isyarat marah di depan layar TV tepat pada malam acara ulang tahun majalah itu.

Pertengahan Agustus 2009 aku berusaha hubungi kamu lagi, karena biar gimana aku pikir perlu dibereskan persoalan diantara kita. Dan seperti yang sudah sering aku ungkapkan, kata satpam saat itu kamu mau ketemu aku keesokan hari, namun keesokan hari saat aku datang kamu sedang pergi dan mungkin lama. Beberapa hari kemudian terjadi gempa Tasikmalaya yang menghancurkan ribuan rumah dan 175 orang tewas, serta getaran gempa dirasakan juga di Jakarta sehingga orang-orang berlarian keluar dari gedung-gedung bertingkat.

Dalam suasana lebaran sekitar minggu terakhir September 2009 aku datang lagi tapi kamu sedang akan pergi ke acara di luar sehingga nggak mau ketemu aku. Beberapa hari kemudian pada 30 September 2009 terjadi gempa di Padang dengan ribuan orang tewas dan ribuan bangunan hancur.

Setelah itu baru kamu mau ketemu aku di Wisma Nusantara pada awal Oktober 2009. Tapi itupun dengan sikap yang nggak jelas, di pertemuan pertama kamu menanyakan siapa aku, di pertemuan kedua aku mau potret namun kamu nggak mau dan waktu kamu jalan pulang ke mobil nggak mau bertegur sapa sama aku. Di pertemuan ketiga lebih parah, kamu dikawal tiga satpam dan salah seorang bernama Agus, kamu tidak mau bicara sama aku seolah aku mau ngapa-ngapain kamu.

Akhir Desember 2009 aku datang lagi ke Wisma Nusantara tapi kamu lagi nggak ada, dan keesokan hari muncul berita Gus Dur wafat.

Bencana-bencana besar yang seperti terkait dengan kita berdua itu membuat aku ingin bicara serius sama kamu sebab bukan mustahil ada soal penting dari langit untuk kita berdua. Sebelum itupun sudah ada bencana besar lain yaitu pada tahun 2001 setelah hubungan baik kita gagal lalu terjadi bencana WTC 911 dengan korban lebih dari 3000 orang di satu-satunya negara superpower dunia Amerika Serikat. Kemudian kamu menghilang ke luar negeri, dan awal 2004 muncul lagi di layar TV. Aku cuma kasih lukisan dititipkan ke resepsionis pada ulang tahun kamu April 2004, dan beberapa bulan kemudian pada Desember 2004 terjadi gempa besar dan Tsunami Aceh dengan korban lebih dari 200 ribu orang di 12 negara.

Dengan beberapa kejadian mengerikan itu maka aku tentu menjadi lebih hati-hati untuk berusaha ketemu kamu, sehingga aku kemudian tunda dulu rencana ketemu kamu lagi.

Pertengahan bulan Agustus 2010 kamu mulai tidak muncul lagi di TV-One. Semula aku pikir ada tugas luar ke daerah, dan waktu aku telpon aku dapat info serupa pikiranku itu, seseorang di TV-One menyebut mungkin kamu lagi tugas di daerah beberapa hari.

Namun karena tidak juga muncul beberapa hari setelah itu, aku telepon lagi dan diberi tahu kamu sudah pindah ke sebuah TV baru. Tapi setelah aku hubungi TV baru itu, nggak ada yang tahu nama kamu. Dan aku cuma tahu dari Internet, alamat TV baru itu adalah sebuah jalan yang menggunakan kata “Bawah”. Maka aku cuma hubungi lewat surat-surat yang aku muat di Internet yang dapat dibaca oleh siapa saja.

Sekali lagi, mengingat selama ini kalau kita gagal ketemu dan bicara serius mengenai persoalan kita kemudian muncul beberapa kejadian mengerikan, maka aku tentu menjadi lebih hati-hati untuk berusaha ketemu kamu, sehingga aku kemudian tunda dulu rencana ketemu kamu lagi.

Kemudian seperti aku tulis di Isyarat Lewat Rombongan Semut Sebelum Sholat Jumat 10 Juni 2011, setelah muncul Twitter kamu soal cari golongan darah A pada awal Juni 2011, maka pada 10 Juni  2011 aku pikir lebih baik langsung datang saja ke alamat TV baru itu di jalan yang menggunakan kata “Bawah” itu. Tapi sebelum berangkat ketika aku di mesjid  menunggu sholat Jumat, muncul isyarat berupa rombongan semut yang seperti mengantar jenazah sehingga aku tunda lagi sebab aku nggak tahu apakah yang akan jadi jenazah itu aku atau malah orang lain.

Ternyata ada hikmah yaitu saat aku sudah pulang dan sampai di rumah aku telepon ke kantor TV baru itu, dan diberi tahu TV baru itu sudah pindah alamat. Berarti aku nggak perlu lagi datang ke alamat yang memuat kata “Bawah” itu, melainkan ke alamat baru dengan nomer 40-41. Maka seperti aku ungkapkan di awal surat ini, Alhamdulillah aku sudah berhasil datang ke alamat baru itu pada tanggal 14 Juni 2011 dan aku cuma lihat kamu di layar TV ruang tunggu.

Insya Allah dalam waktu dekat ini kita dapat ketemu dan membicarakan serius persoalan kita ini, untuk kebaikan umat manusia. Sebab mengingat beberapa bencana besar belakangan ini, kita nggak tahu tinggal berapa lama lagi waktu kita umat manusia di dunia ini. Kalau kita menanggapi semua ini dengan main-main saja, dan orang-orang ikut-ikutan menganggap tidak serius, aku khawatir itu menjadi pertanda akhlak manusia sudah tidak dapat diselamatkan lagi sehingga akhir jaman sudah betul-betul semakin mendekat. Sebab soal akhlak ‘kan bukan cuma terkait soal kelamin, tapi juga terkait hati nurani manusia ketika muncul isyarat-isyarat dari langit. Rasulullah s.a.w. dimunculkan ke dunia dengan misi untuk memperbaiki akhlak manusia, tapi Allah tidak menjanjikan bahwa misi beliau itu tidak akan gagal. Yang ada adalah indikasi mengenai hal-hal negatif yang akan muncul pada akhir jaman, juga ucapan Rasulullah mengenai di akhir jaman umat Islam akan berjumlah besar namun cuma seperti buih di lautan.

Dan karena beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita belakangan ini, maka menjadi tanggungjawab kita untuk menjalani tugas yang mungkin sedang akan diberikan Allah kepada kita untuk kebaikan umat manusia.


Jakarta, 23 Juni 2011.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: