Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb


HAL:  Kunjungan Pertama Ke Kantor Baru Rahma Tanggal 14 Juni 2011


Tanggal yang tertera pada foto ini penting, sebab dapat menjadi simbolik bahwa tanggal 14 itu berarti aku menanggalkan semua kecurigaan soal aku akan jadi orang nomer satu di negeri ini. Dan juga untuk mengisyaratkan kesediaanku ketemu ajal, ditanggalkan dari dunia fana ini untuk kebaikan umat manusia. Ini terpaksa aku ulang-ulang karena kecurigaan seperti itu sering muncul dan aku maklumi karena negara kita sedang dalam euforia politik dimana hampir setiap orang berkesempatan muncul menjadi orang nomer satu di negeri ini. Padahal di pihak lain beberapa bencana besar di tingkat dunia yang seperti terkait dengan kita menunjukkan ada tugas penting di tingkat dunia untuk kita jalani untuk kebaikan umat manusia.
…….
…….
…….


Sesuai rencana semula, aku datang ke kantor baru kamu pada tanggal 14 Juni 2011. Seperti aku sebut di surat sebelum ini, terkait namaku Firman yang dalam bahasa Jerman atau Belanda “fir” itu berarti “empat”. Sehingga dengan aku datang pada tanggal 14, berarti satu empat yang tanggal dari dunia ini, satu orang Firman saja yang tanggal, yang lepas dari dunia ini untuk kebaikan umat manusia.

Tapi ada yang meleset yaitu soal jam. Semula aku mau datang pagi-pagi, mungkin sekitar jam delapan, namun aku baru datang menjelang jam 12 siang. Sebab pada malam hari kucing bule yang suka tidur di kamarku membangunkan aku sekitar jam setengah tiga dini hari sehingga aku kesiangan bangun.

Beberapa hari belakangan ini aku baru tidur sekitar jam satu, lewat tengah malam, untuk kemudian bangun lagi jam empat untuk persiapan sholat Subuh. Tapi pada malam menjelang rencanaku datang ke kantor kamu itu, jam tidurku yang singkat itu dikurangi lagi akibat kucing yang tidur di kamarku itu membangunkan aku sekitar jam setengah tiga dinihari sehingga sesudah tidur lagi jam lima pagi sehabis sholat Subuh, kemudian aku baru bangun jam sembilan lewat seperempat. Berakibat aku baru sampai di kantor baru kamu itu sekitar jam setengah dua belas siang.

Namun kemudian baru aku tahu makna aku datang kesiangan itu, yaitu aku jadi bisa lihat kamu siaran di TV di ruang tunggu saat kamu muncul di acara jam dua belas siang.

Kalau saja aku datang pagi sesuai rencana sekitar jam delapan, maka aku nggak akan sempat melihat kamu muncul di TV pada acara siang hari itu sehingga akan tetap jadi misteri apakah kamu betul pindah kerja ke TV baru itu atau tidak.

Aku datang bawa fotocopy pesan Twitter yang kamu muat tanggal 1 Juni 2011 yang menyebutkan perlu darah golongan A negatif, dan aku bilang sama resepsionis aku ingin tahu siapa yang sakit sebab setelah kemunculan pesan itu belum muncul pesan lain di Twitter kamu.

Sekitar satu jam aku ngobrol sama resepsionis yang sepintas lalu mirip pak Effendy Choiri atau biasa disebut Gus Choi dari PKB itu. Mula-mula TV di ruang tunggu tidak disetel ke saluran TV baru kamu itu. Setelah beberapa menit dan aku tanya soal TV baru itu, barulah resepsionis itu memindahkan channel ke TV baru kamu itu.

Waktu di awal acara kamu memperkenalkan Bu Tuty Alawiah, kamu sempat salah sebut saat menyebutkan nama perguruan Asy-Syafiiah sehingga harus dibetulkan oleh Bu Tuty Alawiah. Belakangan aku baru tahu bahwa kesalahan kamu itu seperti memiliki makna bahwa kamu tidak sependapat dengan Bu Tuty Alawiah. Yaitu dalam soal pernikahan, Bu Tuty Alawiah menyebut bagi yang belum mampu menikah lebih baik puasa saja. Tentu bukan berarti Bu Tuty Alawiah salah, sebab ini sekedar beda pendapat dalam mencari solusi suatu persoalan saja.

Sedangkan kamu tampaknya lebih setuju pada apa yang pernah aku tulis mengenai nasehat familiku Barkah yang pernah mengatakan kepada aku kalau aku ingin menikah, menikah saja jangan khawatir soal rejeki, Insya Allah akan ada aja rejeki dari Allah. Apalagi setelah belakangan ini tim Barca menang atas MU pada final Champions League 2011, yang merupakan kedua kali setelah kemenangan pada tahun 2009. Sehingga seperti isyarat dari langit agar kita menjalani nasehat familiku Barkah itu, agar dengan demikian aku dapat ketemu ajal sesuai skema Rahm Emanuel untuk kebaikan umat manusia. Ini sesuai pula dengan ucapan kamu di layar TV pada tahun 2010 yang lalu mengenai “Menikah Yang Bukan Untuk Soal “Itu” Saja“.

Setelah sekitar satu jam aku di ruang tunggu, kemudian seorang staf kantor kamu muncul dan memberi tahu bahwa karena masih pada sibuk jadi belum ada yang dapat memberi info mengenai siapa yang sakit yang menyebabkan kamu butuh darah golongan A sesuai pesan di Twitter kamu 1 Juni 2011 itu. Dan dia kasih nomer telpon serta menanyakan nomer hp-ku juga.

Tepat pada saat aku bangkit dari kursi untuk pamitan, terdengar suara kamu di TV ruang tunggu itu “jangan kemana-mana…….”. Aku sempat berpikir apakah aku nggak boleh berpergian atau gimana nih, atau jangan pindah ke lain hati………

Tadi pagi sebelum menulis ini, aku ingat pesan Twitter kamu pada 24 April 2011 yang memuat kata-kata: “FYI ….. I hate you, …. I hate you so much, ….. but sometimes I just can’t lie that I miss you…..”, semacam benci tapi rindu.

Hmmmmm, namun siapakah gerangan yang kamu maksud itu ………… apakah karena itu aku nggak boleh kemana-mana ……….

Tapi serius nih Rahma, mengingat beberapa bencana besar yang seperti terkait dengan kita yang telah menimbulkan korban ratusan ribu orang dan kerugian triliunan rupiah, dan bukan cuma di Indonesia melainkan di berbagai tempat di dunia, maka kalau kamu pikir kita emang harus segera menikah lebih baik kita segera bicarakan dengan serius.

Aku juga nggak tahu apa maksud Allah dengan semua ini, tapi kalau kita perhatikan sejak dulu Allah suka menunjukkan kejadian yang tidak biasa. Kalau memang kita sedang mendapat tugas tertentu dari Allah melalui pernikahan kita maka tentu lebih baik kita bersegera menjalani, untuk kebaikan umat manusia di dunia ini.

Sebab kalau kita menunggu sampai di akherat untuk mengetahui apakah betul Allah sedang memberi tugas tertentu kepada kita, maka akan sudah terlambat.

Atau kalau kamu nggak mau menjalani hal itu dengan aku karena ada orang-orang yang memberi tahu kamu agar jangan menjalani, maka aku khawatir di akherat kelak omongan yang muncul ke kamu adalah “kenapa Rahma ikuti omongan saya, kalau Rahma yakin apa yang dikatakan Firman waktu di dunia itu betul, seharusnya Rahma jalani aja…..”. Sebab kalau sudah di akherat ‘kan yang terjadi adalah “ketika orang yang diikuti berlepas diri dari orang yang mengikuti ……………..”

Juga perlu kita ingat bahwa yang berlaku di mata Allah adalah timbangan kebaikan. Maka kalau kita sedang diberi tugas untuk kebaikan umat manusia, namun kita malah sibuk mengejar kesenangan dunia untuk diri sendiri tanpa peduli pada isyarat-isyarat yang diberikan kepada kita, aku khawatir timbangan kebaikan kita akan sangat kurang baik di mata Allah.


Jakarta, 15 Juni 2011.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: