Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb


HAL: Beberapa Pilihan Saat Akan Mengganti Layar Laptop


Oli untuk rantai sepeda yang aku beli hari Selasa 15 Maret 2011 sekitar jam setengah duabelas menjelang siang. Di bagian atas ada segel warna merah, kalau mau digunakan maka segel itu harus dilepas dengan cara dikopek, atau seperti membuka sampul halaman buku. Bebarapa jam kemudian muncul Breaking News soal bom buku, dan tampak ketika tangan Kompol Doddy Rahmawan membuka bagian yang sebesar batere HP di buku itu dengan cara dikopek dengan tangan kiri, dan kemudian bom buku itupun meledak.


Beberapa bagian dari surat ini juga sudah pernah aku muat di suratku yang kedua di Twitlonger.com, dan disini aku lengkapi serta dilampiri foto terkait.

Sabtu 12 Maret 2011 setelah menghadiri pengajian teman-teman SMA-ku di rumah temanku Boy di jalan Saidi Cilandak, aku mampir ke Ratu Plaza untuk ambil laptop sebab waktu aku taruh disitu tanggal 7 Maret 2011 disebutkan akan selesai sekitar lima hari. Tapi sampai di Ratu Plaza ternyata belum selesai, dan akupun langsung pulang.

Senin sore 14 Maret 2011 aku telepon, dan dikasih tau bahwa laptopku itu sedang menjalani running test mungkin sekitar dua hari, berarti baru selesai Rabu, tapi kalau aku perlu urgen bisa diambil Selasa. Aku pikir biarlah sampai betul-betul selesai running test itu, sebab kalau aku ambil sebelum selesai malah tanggung.

Selasa pagi 15 Maret 2011 aku pergi cari oli untuk sepeda, sebab kalau aku pakai oli bekas di bengkel sepeda suka nggak mau dibayar. Selain oli bekas, aku juga biasa pakai oli untuk mesin jahit yang dalam kemasan botol kecil merk Singer. Tapi waktu aku cari hari itu di Alfa Mart dan di Vinna Mart nggak ada.

Akupun pergi lebih lanjut, coba cari di jalan Limo Raya sebab seingatku ada bengkel sepeda motor disitu. Setelah ketemu bengkel resmi sepeda motor Honda di jalan itu, ternyata ada oli untuk gardan, juga ada oli khusus untuk rante dengan harga 30 ribu. Karena sebelum masuk ke bengkel resmi Honda itu aku sempat lihat di seberang jalan ada bengkel lain khusus sepeda motor juga, maka aku menyeberang jalan ke bengkel lain itu siapa tau ada pilihan lain. Dan disitu ternyata ada juga oli untuk rante, harga cuma 15 ribu, aku beli satu.

Oli itu dalam kemasan berupa kaleng, cara memakai dengan disemprot seperti hairspray. Orang di bengkel itu sempat kasih tau sebelum oli itu dipakai, karena masih baru, ada segel kecil merah di bagian atas ukuran sekitar 1 x 1,5 cm yang harus dilepas dulu dengan cara dikopek atau kurang lebih seperti membuka sampul depan halaman buku.

Karena disebut pula di kaleng oli itu bahwa sebelum diberi oli harus dibersihkan dulu, maka aku pikir sebelum pulang akan mampir di tempat cuci mobil dan motor, mudah-mudahan mau juga cuci sepedaku yang sudah lama nggak pernah dicuci.

Waktu sudah melewati jalan Jawa aku lupa bahwa di jalan Kelud ada juga tempat cuci seperti itu. Aku bukan belok ke jalan Kelud tapi malah belok ke tikungan yang sebelum itu, ke jalan Semeru yang sejajar dengan jalan Kelud dipisahkan oleh median jalan yang cukup lebar dan berumput. Sempat ketemu orang yang jalan sendiri bawa dua anjing, satu kecil satu lumayan besar, sehingga aku melewati jalan Semeru yang menurun itu rada cepat.

Menjelang ujung jalan Semeru itu aku baru ingat bahwa aku mau ke jalan Kelud dulu, maka aku belok dan menanjaki jalan Kelud, mampir ke tempat cuci mobil/motor. Tempat itu masih baru sekitar beberapa bulan disitu, semula tanah kosong di deretan beberapa rumah. Aku masuk dan tanya apakah bisa cuci sepeda, dan dijawab bisa tapi harus tunggu dulu karena masih kerjakan yang lain, dan akupun tunggu disitu. Ada dua mobil yang lagi dicuci, satu Toyota Yaris hitam, dan satu lagi Suzuki Swift yang mirip Toyota Yaris, berwarna putih. Dan ada juga satu sepeda motor. Di ruang tunggu ada dua anak SMA, dan satu ibu muda bersama tiga anak kecil, dua laki satu perempuan.

Di samping kiri halaman, rada jauh dari tempat tunggu, ada dua laki, yang satu botak mirip Ahmad Dhani tapi lebih gemuk dan ada dua tanda hitam bekas sujud di dahi, dan satu lagi berwajah mirip juga tapi seperti lebih tua berambut dan janggut putih. Sejak aku masuk halaman, kedua orang itu sering melihat ke aku sambil senyum dengan penampilan mereka yang rada aneh itu, sehingga aku sempat berpikir apakah aku ini sedang memasuki alam lain atau gimana. Selesai sepeda dicuci, hujan mulai gerimis sehigga aku langsung pulang ke rumah.

Sampai di rumah sekitar jam satu aku ditelepon oleh tempat servis komputer, diberi tau laptop sudah selesai diperiksa dengan kesimpulan layar LCD dan kabel harus diganti dengan biaya total 2,365 juta. Aku bilang mau pikir-pikir dulu. Beberapa menit kemudian aku telpon dan bilang akan ambil dulu saja, sebab mau pikir lagi soal ongkos itu.

Soal hari pengambilan, semula adalah keesokan hari karena sudah terlalu siang kalau aku ambil hari itu, berarti akan aku ambil pada hari Rabu. Namun mengingat beberapa kejadian belakangan ini yang seperti peringatan untuk kita, aku sempat berpikir apakah tepat kalau aku ambil hari Rabu, sebab dapat berarti  “Rahma Abu”, padahal sudah ada beberapa peringatan keras berupa beberapa bencana besar belakangan ini untuk kita berdua.

Sore hari sesudah sholat Ashar, aku sempat putus asa, aku pikir biar ajalah aku tetap ambil hari Rabu, terserah deh mau kiamat kek mau apa kek, sebab aku aja untuk soal ongkos betulin laptop aja udah puyeng, ngapain amat mikirin soal apakah dunia mau kiamat atau apa. Dan akupun mau ngaso aja dulu hari itu, setelah cape bersepeda beberapa jam sebelum itu. Tapi kemudian hatiku tergerak untuk setel TV, dan ternyata sedang ada Breaking News. Semula aku kira soal Jepang, sebab setelah gempa besar dan Tsunami di Jepang hari Jumat 11 Maret 2011 lalu, sering muncul Breaking News mengenai keadaan terkini, soal nasib WNI yang masih di Jepang, soal kebocoran reaktor nuklir.

Ternyata Breaking News itu soal bom berupa buku di Utan Kayu, yang meledak setelah dicoba jinakkan oleh Kasatreskrim Jakarta Timur Kompol Doddy Rahmawan. Menyebabkan tangan kiri Kompol Doddy Rahmawan hancur sehingga harus diamputasi. Nama depan Doddy mengingatkan aku pada Doddy Alfayed yang tewas bersama Lady Di pada tahun 1997 setelah sejak 1995 aku buat beberapa lukisan dan surat untuk Lady Di. Sedangkan nama belakang Rahmawan mengingatkan pada nama kamu. Maka akupun langsung batalkan rencana ambil laptop hari Rabu, dan baru aku akan ambil hari Kamis.

Soal bom di Utan Kayu hari Selasa 15 Maret 2011 yang lalu itu moga-moga nggak ada kaitan sama kita. Namun mungkin tetap harus waspada, sebab ada bom lain serupa itu yang dikirim ke Ahmad Dhani, padahal sejak awal Februari 2011 aku bikin lukisan “Paris Rahma Maia Gym” yang memuat Paris Hilton, kamu, dan Maia Dhani mantan istri Ahmad Dhani.

Bom kepada Ahmad Dhani itu kemudian diledakkan oleh Gegana Polri hari Kamis 17 Maret 2011. Meskipun dikirim pada hari yang sama dengan yang di Utan Kayu, namun karena kantor Ahmad Dhani sedang sibuk shooting video-klip kelompok The Virgin, maka baru diketahui ada paket itu Kamis.

Kemudian aku menghitung berapa sisa uangku kalaupun aku akan kembali betulkan laptop itu di tempat servis Acer setelah akhir bulan mendapat kiriman dana dari kakakku seperti biasa tiap akhir bulan. Ternyata sisa uang tabunganku di BCA akan sekitar 30 ribu rupiah. Namun untung masih ada beberapa tumpuk uang koin yang kalau dijumlah lebih dari seratus dua puluh lima ribu rupiah.

Kamis 17 Maret 2011 aku ke Ratu Plaza lagi untuk ambil laptop itu, sebab kalaupun akhir bulan aku akan betulkan disitu namun terlalu lama kalau aku tetap tinggal laptop itu disitu. Saat bicara dengan bagian Customer Servis, yang kali itu laki-laki, aku sempat tanya apa nggak ada yang bekas aja yang lebih murah. Dan dia bilang ada, mungkin cuman sekitar 800 ribu rupiah tapi bukan di tempat itu sebab kalau disitu cuman sedia yang baru. Akupun bawa pulang laptop itu setelah bayar Checking Fee 88 ribu rupiah.

Sabtu 19 Maret 2011 aku ke warnet dekat AlfaMart, dan setelah selesai buka email maupun twitter, aku sempatkan cari tempat servis komputer. Di halaman pertama di Google ada satu alamat di Manggadua dan langsung aku catat. Alamat lain kurang jelas, aku pikir ‘ntar malah repot cari alamat itu. Dan aku nggak cari lebih lanjut karena aku pikir di buku Yellowpages ‘kan ada juga.

Sampai di rumah aku coba telepon, dan dikasih tau agar telepon kembali beberapa menit kemudian sebab mau cek harga dulu. Setelah aku telepon lagi, ternyata lebih murah kurang dari separuh harga yang ditawarkan ke aku di Ratu Plaza, dan bisa ditunggu, maka akupun setuju untuk betulkan di Manggadua. Terutama sekali karena toko itu terletak di lantai empat, sedangkan yang di Ratu Plaza di lantai tiga, jadi dengan betulkan di Manggadua lantai empat itu berarti aku naik dari sebelum itu di lantai tiga Ratu Plaza, sesuai kesediaanku untuk naik ke langit ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.


Jakarta, 31 Maret 2011.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: