Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Unsur Dramatis Bisnis Pertunjukan Pada Situs Dewasa

Dalam dunia komunikasi dan informasi yang semakin tanpa batas seperti sekarang ini, cukup sulit untuk membendung tayangan khusus dewasa, sebab ada saja jalan untuk masuk entah lewat situs yang belum dapat diblokir, lewat email, lewat hp,  lewat CD dan lain-lain.

Maka mungkin perlu diingat bahwa bagaimanapun tayangan semacam itu tidak lepas dari unsur dramatisasi, sebab merupakan bagian dari show-biz, bagian dari bisnis pertunjukan. Sebagaimana film-film pada genre lain, entah itu drama rumahtangga, drama percintaan, horor, action, dan lain-lain, semua tentu tidak lepas dari unsur dramatisasi. Sebab kalau tidak didramatisir, ‘kan jadi biasa aja, dan nggak menarik untuk menjadi bahan tontonan.

Atau dapat pula dibandingkan dengan kegiatan lain, ada kegiatan yang biasa ada pula yang ekstrim yang nyerempet bahaya. Untuk masyakarat umum, naik motor tentu cukup biasa saja untuk kebutuhan transportasi, tapi untuk orang tertentu naik motor digunakan untuk melompati beberapa buah mobil dengan risiko mengalami kecelakaan berat atau bahkan tewas. Contoh lain pada kegiatan terjun payung, ada yang terjun payung biasa saja, tapi ada yang dengan cara ekstrim loncat terjun payung di pinggir tebing dengan risiko kalau angin berubah arah maka badan akan terhempas ke batuan yang ada di tebing sehingga luka berat atau malah tewas. Dan berbagai contoh lain. Semua itu tidak lepas dari unsur dramatisasi, untuk menjadi pertunjukan, tontonan, baik langsung maupun lewat video.

Jadi untuk masyarakat umum, tentu tidak harus melakukan secara dramatis-dramatis seperti itu, ngapain amat. Apalagi kalau dramatisasi itu menimbulkan kesan memperTuhankan hawa nafsu, tentu sangat tidak dianjurkan.

Mengenai soal hubungan khusus dewasa, tentu lebih baik kalau kita selalu ingat bahwa hal itu bermula dari tipudaya iblis kepada Adam. Maka kalaupun sudah resmi lewat pernikahan, akan lebih baik kalau tidak terlalu mendewa-dewakan soal itu, seolah soal itu merupakan sesuatu yang gimanaaaaa gitu. Padahal sudah jelas hal itu bermula dari pengaruh iblis kepada Adam, kalau terlalu mendewa-dewakan soal itu, bisa menjadi seperti memperTuhankan hawa nafsu.

Barangkali bisa diambil contoh ketika sahabat nabi mengatakan mengenai Hajar Aswad, batu yang ada di samping Ka’bah. Sahabat nabi mengatakan, kalau saja tidak melihat nabi mencium Hajar Aswad, maka sang sahabatpun tidak ingin mencium Hajar Aswad itu. Demikian pula dengan soal hubungan khusus dewasa, mungkin lebih baik kalau kita berpikir: “kalau saja bukan karena terlanjur dilakukan oleh nabi Adam akibat pengaruh iblis, maka saya tidak akan melakukan meskipun sudah resmi lewat pernikahan.”

Dengan demikian kita terhindar dari sikap mendewa-dewakan soal itu, yang bisa menjadi seperti memperTuhankan hawa nafsu.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dimana perkembangbiakan sudah dapat dilakukan tanpa perlu melakukan hubungan semacam itu, melainkan dengan kloning yaitu dari satu individu saja ataupun dengan rekayasa genetik dari dua individu, bukan mustahil kelak hubungan semacam itu menjadi sesuatu yang ketinggalan jaman. Jadi mungkin orang-orang di masa depan kalau melihat video semacam itu cuma akan mengatakan “Ooooo, jaman dulu seperti itu kalau mau melanjutkan keturunan………”


Jakarta,  1 Desember 2010.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538





Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: