Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL:  Pertandingan Berselang Satu Minggu, Manny Pacquiano, Antonio Margarito, Sergio Martinez, Paul William


Manny Pacquiao, left, of the Philippines, and Antonio Margarito, of Mexico, pose with the championship belt during the weigh-in ceremony for their upcoming boxing match Friday, Nov. 12, 2010, in Arlington, Texas. The fighters meet Saturday for the vacant WBC light middleweight title. (AP Photo/David J. Phillip) Fri Nov 12, 7:14 PM ET Manny Pacquiao wears the championship belt after winning the WBC light middleweight title boxing match against Antonio Margarito Saturday, Nov. 13, 2010, in Arlington, Texas. (AP Photo / David J. Phillip) Sun Nov 14, 2:43 AM ET

With two swollen eyes, Antonio Margarito, left, keeps focus on Manny Pacquiao during the sixth round of their WBC light middleweight title boxing match Saturday, Nov. 13, 2010, in Arlington, Texas. (AP Photo/David J. Phillip) Sun Nov 14, 12:46 AM ET

Antonio Margarito of Mexico is seen on the giant screen as he is interviewed after losing to Manny Pacquiao of the Philippines during their WBC World Super Welterweight Title bout at Cowboys Stadium, on November 13, in Arlington, Texas. From his hospital bed, Margarito has offered his congratulations to Pacquiao, two days after the Asian fighter inflicted a punishing defeat on him. (AFP/Getty Images/File/Tom Pennington) Mon Nov 15, 10:26 PM ET


Boxer Sergio Martinez from Argentina (L) connects to the head of Paul Williams from Augusta, Georgia during the first round of their middleweight championship bout in Atlantic City, New Jersey, November 20,2010. REUTERS/Tim Shaffer (UNITED STATES – Tags: SPORT BOXING) Sun Nov 21, 12:10 AM ET Paul Williams is counted out after being floored by Sergio Martinez in the second round of their Middleweight Championship fight, on November 20, at The Boardwalk Hall in Atlantic City, New Jersey. Argentina’s Sergio Martinez knocked out Williams with one explosive to retain his World Boxing Council middleweight world title. (AFP/Getty Images/Al Bello) Sun Nov 21, 1:14 AM ET

Boxer Sergio Martinez from Argentina celebrates a win by knockout over Paul Williams from Augusta, Georgia during the second round of their middleweight championship bout in Atlantic City, New Jersey, November 20,2010. REUTERS/Tim Shaffer (UNITED STATES – Tags: SPORT BOXING) Sat Nov 20, 11:59 PM ET


Dalam waktu satu minggu ada dua pertandingan tinju yang disiarkan langsung di TV-One yang seperti memuat isyarat untuk kita juga, yaitu pada 14 November 2010 Manny Pacquiao menang angka atas Antonio Margarito, dan pada 21 November 2010 Sergio Martinez menang KO atas Paul Williams.

Sebetulnya aku kurang suka menulis soal tinju sebab khawatir disangka menyenangi kekerasan. Tapi karena seperti ada pesan penting dari pertandingan itu maka aku tulis juga.

Pertandingan 14 November 2010 Manny Pacquiao menang angka atas Antonio Margarito seperti memuat pesan soal kita harus serius dalam hal kamu menjadi Ema untuk aku. Sabab nama depan Manny Pacquiao adalah Emanuel, yang seperti terkait dengan soal kamu menjadi Ema untuk aku ketemu ajal seperti tanteku tante Ema yang tetap hidup setelah sang suami Oom Noel meninggal dunia beberapa tahun lalu. Nama sang lawan Antonio Margarito seperti terkait gempa dan tsunami di Mentawai akhir Oktober lalu yang seperti aku ungkapkan di surat terdahulu nama Mentawai seperti memuat pesan agar kita serius, jangan mentertawakan isyarat dari langit.

Sedangkan pada pertandingan lain tanggal 21 November 2010, Sergio Martinez menang KO atas Paul Williams. Ini penting juga sebab nama Paul Williams seperti gabungan pak Naufal yang polisi, dimana nama Paul seperti pada kata polisi, dan aku yang bernama A.M. Firmansyah dimana Williams seperti memuat A.M. dari namaku. Seperti isyarat agar kamu jangan terpisah dari aku sebagaimana kamu bercerai dari pak Naufal.

Dan kemudian Sergio Martinez merayakan kemenangan dengan memakai semacam mahkota di kepala, sehingga seperti terkait dengan soal kamu dijadikan “jimat politik”.

Nama belakang Sergio Martinez memuat “tin” seperti pada nama ibu negara Indonesia di jaman orde baru dulu, ibu Tien. Dan didahului dengan “mar” yang seperti berarti “Ema Rahma”, serta “ez” yang seperti dari kata “zina”. Jadi seperti memuat pesan kalau kamu yang seharusnya menjadi Ema Rahma untuk mendampingi aku ketemu ajal sesuai isyarat-isyarat dari langit, tapi kamu malah lebih suka menjadikan diri kamu sebagai  “jimat politik” yang diperebutkan oleh orang-orang berkuasa dan berharta, maka ada bahaya kamu akan terlibat dalam perzinahan. Sebab kalau orang gedean memperebutkan kamu untuk dijadikan “jimat politik”, bukan mustahil akan dilakukan dengan berbagai cara termasuk menjerumuskan kamu untuk berzina, yang penting berhasil mendapatkan kamu atau minimal mencegah orang lain mendapatkan kamu karena perzinahan kamu sudah terekam video yang dengan mudah disebarluaskan.

Dan kalau itu yang terjadi maka dosa kamu jadi berlipat ganda, menjadi “jimat politik” berarti mensekutukan Allah, dan menghindar dari tugas yang diberikan melalui beberapa isyarat kuat dari langit oleh Allah berarti menjadi pembangkang terhadap perintah Allah.

Selain itu nama Sergio Martinez juga seperti terkait dengan kegiatanku yang sejak awal September 2010 sedang berusaha menghafal surat Al Baqarah. Sekitar tiga hari sebelum pertandingan, aku sampai pada ayat 96 yang memuat kata “alfa sanah” yang berarti seribu tahun, mengenai orang-orang yang mencintai dunia sehingga ingin hidup seribu tahun lagi. Kata “alfa sanah” itu seperti mengingatkan aku pada teman kakakku yang bernama Sana yang selama beberapa tahun bekerja menjadi pramugari Garuda, dan bersuamikan Subagio. Nama Sergio Martinez itu sepeti memuat “gio” juga.

Kerja pramugari tentu identik dengan terbang, dan kalau dikaitkan dengan kesediaanku ketemu ajal maka aku juga harus terbang dalam bentuk ruh,  meninggalkan dunia ini. Sehingga nama Sergio Martinez itu seperti mengingatkan kita berdua, kalau kita tidak menjalani isyarat Allah berupa kamu menikah sama aku agar mendampingi aku ketemu ajal, terbang meninggalkan dunia ini, dan kamu malah senang jadi “jimat politik” diperebutkan oleh orang-orang kalangan atas yang ingin jadi penguasa, maka ada risiko muncul adzab Allah sebagaimana selama ini sudah muncul beberapa bencana besar setiap kita seperti akan berpisah.

Pada pertandingan Manny Pacquiao lawan Antonio Margarito seperti ada isyarat lain yaitu muka Antonio Margarito babak belur, seperti isyarat bahwa kalau kita lebih suka mengejar kesenangan duniawi dan tidak menjalani perintah yang muncul dari isyarat-isyarat Allah selama ini maka di akherat kita akan babak belur.

Tapi seperti biasa aku nggak ingin memaksa kamu untuk percaya dengan semua yang aku ungkapkan ini, yang penting aku sudah ungkapkan sehingga di akherat kelak kamu nggak akan mengatakan kepada Allah “tapi mas Firman nggak pernah kasih tahu Rahma sewaktu di dunia dulu…..”.

Nggak pernah ngasih tau apah, orang udah nulis surat beratus-ratus nggak juga ada tanggapan, sekedar SMS juga nggak.


Jakarta, 26 November 2010.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: