Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Rentetan Kejadian Dramatis 24-25-26-27 Oktober 2010


Kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto di sekitar kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, hingga Senin (25/10/2010) pukul 21.00 belum terurai. Hujan deras di Kota Jakarta dan sekitarnya yang berlangsung sepanjang siang hingga malam hari telah melumpuhkan lalu lintas di Ibu Kota akibat banyaknya genangan air di seluruh penjuru kota. KOMPAS / YUNIADHI AGUNG – Selasa, 26 Oktober 2010 – 07:46 WIB

Kemacetan parah akibat genangan air yang terjadi hampir di semua wilayah, membuat kepolisian meniadakan jalur 3 in 1. Apalagi, sore ini (Senin 25/10/2010), volume kendaraan bertambah akibat jam pulang kantor. Inilah.com/Agus Rahmat – Wirasatria – Senin, 25 Oktober 2010 | 19:05 WIB

Akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta tadi sore, hingga menjelang tengah malam, kemacetan belum terurai. Menurut pantau INILAH.COM di di Jalan Raya Matraman, arus Kendaraan dari arah Jalan Kramat Raya dan Salemba masih padat. Saking padatnya, jalur busway pun penuh terisi kendaraan. Selain didominasi mobil pribadi, jalanan pun dipenuhi motor. Di dalam busway, bus-bus kota, dan angkot pun penumpang terlihat berjejal. Penumpukan kendaraan dan penumpang angkutan umum ini ditengarai karena hujan baru reda sekitar pukul 20.00 WIB. Inilah.com/Irvan Ali Fauzi – Senin, 25 Oktober 2010 | 22:36 WIB


…..
Map of Indonesia locating the 7.7-magnitude quake off the Sumatran coast on Monday. At least 108 people were killed and more than 500 missing, including a group of Australian surfers, after a tsunami triggered by a powerful earthquake hit a remote Indonesian island chain, destroying villages in its path. (AFP/Graphic) Tue Oct 26, 2:09 PM ET This aerial photo shows a village flattened by Monday’s earthquake triggered tsunami on Pagai island, West Sumatra, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010. Rescuers battled rough seas Tuesday to reach remote Indonesian islands pounded by the 10-foot (three-meter) tsunami that swept away homes, and killed dozens of people. (AP Photo / Rony Zulkarnain)  Wed Oct 27, 12:41 AM ET

This aerial photo shows a village flattened by Monday’s earthquake triggered tsunami on Pagai island, West Sumatra, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010. Planes and helicopters packed with rescue workers and supplies landed for the first time Wednesday on remote Indonesian islands that were pounded by a 10-foot (three-meter) tsunami, sweeping away villages and killing at least 154 people. (AP Photo/Achmad Ibrahim) Wed Oct 27, 6:56 AM ET

A frame grab shows an aerial view of the tsunami-hit Pagai district on Indonesia’s Mentawai islands October 27, 2010. A tsunami that pounded remote islands in western Indonesia following an earthquake off the coast of Sumatra killed more than 100 people, officials said on Tuesday, and hundreds more were missing. QUALITY FROM SOURCE REUTERS/Stringer (INDONESIA – Tags: DISASTER ENVIRONMENT)Wed Oct 27, 8:01 AM ET Police carry a recovered body in Muntei Baru Baru village on Indonesia’s Mentawai islands October 27, 2010. A tsunami that pounded remote islands in western Indonesia following an earthquake off the coast of Sumatra killed more than 100 people, officials said on Tuesday, and hundreds more were missing. REUTERS/Disaster Management Agency/Handout (INDONESIA – Tags: DISASTER ENVIRONMENT) QUALITY FROM SOURCE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS Wed Oct 27, 3:47 AM ET


…..
Map locates a strong earthquake that struck Indonesia Monday; includes location of Indonesian volcano that erupted Tuesday Tue Oct 26, 1:09 PM ET

Rescuers search for victims of Tuesday’s eruption of Mount Merapi at a village that was hit by pyroclastic flows in Kinahrejo, Yogyakarta, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010. The volcanic eruption and a tsunami killed scores of people hundreds of miles apart in Indonesia, spasms from the Pacific ‘Ring of Fire,’ which spawns disasters from deep within the Earth. (AP Photo/Trisnadi) Tue Oct 26, 11:54 PM ET Volunteers carry the body of a victim of the Mount Merapi eruption at Kinarrejo village in Sleman, near the ancient city of Yogyakarta, October 27, 2010. One of Indonesia’s most dangerous volcanoes has killed at least 15 people since it began erupting, forcing thousands to flee mountain villages and blanketing nearby villages and towns in ash, witnesses said on Wednesday. REUTERS /Beawiharta (INDONESIA – Tags: DISASTER ENVIRONMENT) Tue Oct 26, 10:48 PM ET

A dead cow covered in ash is seen next to a damaged house after Mount Merapi erupted in Kinahrejo village in Sleman, near the ancient city of Yogyakarta, October 27, 2010. One of Indonesia’s most dangerous volcanoes has killed at least 15 people since it began erupting, forcing thousands to flee mountain villages and blanketing nearby villages and towns in ash, witnesses said on Wednesday. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA – Tags: DISASTER ENVIRONMENT ANIMALS) Tue Oct 26, 10:56 PM ET Volunteers carry the bodies of those who died after Mount Merapi erupted, at Kinarrejo village in Sleman, near the ancient city of Yogyakarta, October 27, 2010. One of Indonesia’s most dangerous volcanoes has killed at least 15 people since it began erupting, forcing thousands to flee mountain villages and blanketing nearby villages and towns in ash, witnesses said on Wednesday. REUTERS/Beawiharta (INDONESIA – Tags: DISASTER ENVIRONMENT IMAGES OF THE DAY) Tue Oct 26, 10:45 PM ET

A village that was hit by pyroclastic flows from Mount Merapi eruption is pictured in Kinahrejo, Yogyakarta, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010. A volcanic eruption and a tsunami killed scores of people hundreds of miles apart in Indonesia, spasms from the Pacific ‘Ring of Fire,’ which spawns disasters from deep within the Earth.  (AP Photo/Trisnadi) Tue Oct 26, 11:40 PM ET A motorcycle lies covered by volcanic ash at a village that is hit by pyroclastic flows from Mount Merapi eruption in Kaliadem, Yogyakarta, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010. A volcanic eruption and a tsunami killed scores of people hundreds of miles apart in Indonesia, spasms from the Pacific ‘Ring of Fire,’ which spawns disasters from deep within the Earth. (AP Photo/Slamet Riyadi) Tue Oct 26, 11:06 PM ET

rakyatmerdeka.com tribunnews.com
Mbah Maridjan dan Yuniawan Nugroho yang tewas pada letusan Merapi 26 Oktober 2010.


Surat yang aku tulis sebelum ini “Isyarat Lewat Balap F1 Dan Gol Javier Hernandez Pada 24 Oktober 2010” soal kejadian hari Minggu 24 Oktober 2010 yaitu balap mobil F1 yang dramatis karena didera hujan sehingga sampai lap 17 harus dikawal oleh safety car, dan sepakbola MU lawan Stoke City dengan gol aneh dari Javier Hernandez, sudah aku selesaikan dalam bentuk konsep pada Senin pagi 25 Oktober 2010. Tapi karena masih ada beberapa kesulitan dalam koneksi internet maka aku tunda pemuatan di blog.

Ternyata pada Senin sore 25 Oktober 2010 itu ada berita lain yang dramatis pula dan seperti terkait yaitu Jakarta dilanda hujan deras dan banjir di berbagai wilayah menyebabkan jalanan macet sampai malam. Bahkan waktu Tina Talisa memulai acara Apa Kabar Indonesia malam, yang seperti biasa kalau Senin dimulai agak lambat karena menunggu acara Jakarta Lawyer’s Club selesai sekitar jam sembilan lewat, tampak jalanan di depan Wisma Nusantara masih macet berat. Denny Indrayana yang malam itu jadi narasumber harus naik ojek ke Wisma Nusantara, dan sempat menceritakan waktu pergi dari Metro TV karena ada acara lain, makan waktu dua jam. Kemudian sekitar jam sepuluh malam ketika sedang dilakukan perbincangan tentang kasus Bibit-Chandra dengan narasumber Tama Satya Langkun dari ICW dan dua anggota DPR Gayus Lumbuun dan Ruhut Sitompul, muncul berita bahwa telah terjadi gempa di pulau Mentawai di bagian Barat Sumatera dengan skala 7,2 dan kemudian diketahui telah menyebabkan Tsunami di pulau Mentawai dengan korban lebih dari 100 orang. Karena menunggu kabar lebih lanjut mengenai gempa Mentawai itu maka aku tunda dulu pemuatan surat yang sebelum ini.

Sehari setelah itu ternyata muncul berita lain lagi, pada Selasa 26 Oktober 2010 sore mengenai gunung Merapi meletus dan menjadi Breaking News menampakkan para pengungsi yang mengenakan masker dengan bagian rambut serta pakaian sebelah atas tampak rada putih oleh debu halus dari gunung Merapi. Dan hari Rabu 27 Oktober 2010 muncul berita lain lagi, Mbah Marijan diperkirakan tewas karena tidak mau mengungsi padahal kediaman beliau terlanda awan panas pyroclastic pada Selasa sore itu. Juga ikut tewas seorang redaktur senior dari Viva News yang bernama Yuniawan Nugroho atau dipanggil Wawan.

Bencana yang terjadi secara berurutan ini seperti agar menarik perhatian kita karena memuat isyarat untuk kita. Mentawai seperti berarti “Ema end tawai”, yaitu status kamu sebagai Ema untuk mendampingi aku saat ketemu ajal adalah soal serius, bukan untuk bahan ketawa.

Merapi seperti memuat arti “Ema Rahma up I”, yaitu agar kamu bersedia mewujudkan pernikahan kita agar kamu menjadi istriku saat aku naik ke surga meninggalkan dunia ini untuk kebaikan umat manusia.

Mbah Marijan yang tewas pada bencana Merapi kali ini juga seperti bagian dari skenario Allah untuk mengingatkan kita. Sebab empat tahun lalu pada letusan Merapi tahun 2006 tiba-tiba beliau jadi terkenal, dan sekarang di tahun 2010 beliau wafat pada bencana lain dari Merapi. Bersama beliau ikut tewas redaktur senior dari Viva News yang bernama Yuniawan Nugroho atau dipanggil Wawan, dengan cara yang juga cukup dramatis sebab sebetulnya dia sudah sempat turun ke tempat pengungsian tapi kemudian kembali lagi bersama relawan PMI yang bernama Tutur. Mengingatkan aku pada tetanggaku dulu seorang bocah bernama Wawan yang suka merokok. Sehingga seperti isyarat terkait lukisan “Rokok Bill Gates” untuk membiayai kita menjalani tugas dari Allah menjelang aku ketemu ajal.


Jakarta, 27 Oktober 2010.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: