Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Isyarat Lewat Balap F1 Dan Gol Javier Hernandez Pada 24 Oktober 2010

Ferrari Formula One driver Fernando Alonso of Spain, second right, celebrates on the podium after winning the Korean Grand Prix, with second placed McLaren driver Lewis Hamilton of Britain, left, and third placed Ferrari driver Felipe Massa of Brazil, right, and Chris Dyer, Chief Track Engineer for Ferrari, second left, at the Korean International Circuit in Yeongam, South Korea, Sunday, Oct. 24, 2010. (AP Photo/Andy Wong) Sun Oct 24, 8:07 AM ET Ferrari Formula One driver Fernando Alonso, centre, of Spain is congratulated by teammates after his win at the Korean Grand Prix on the Korean International Circuit in Yeongam, South Korea, Sunday, Oct. 24, 2010. (AP Photo/Lee Jin-man) Sun Oct 24, 7:42 AM ET

The safety car leads the Formula One drivers off the grid at the start of the South Korean F1 Grand Prix at the Korea International Circuit in Yeongam October 24, 2010. The first South Korean Formula One Grand Prix was halted and then re-started 48 minutes later on Sunday after rain and spray left drivers struggling to see where they were going. REUTERS/Russell Boyce (SOUTH KOREA – Tags: SPORT MOTOR RACING) Sun Oct 24, 7:27 AM ET The safety car leads the Formula One drivers during the South Korean F1 Grand Prix at the Korea International Circuit in Yeongam October 24, 2010. REUTERS/Bazuki Muhammad (SOUTH KOREA – Tags: SPORT MOTOR RACING) Sun Oct 24, 8:02 AM ET

Ferrari Formula One driver Fernando Alonso of Spain drives on his way to winning the Korean Grand Prix at the Korean International Circuit in Yeongam, South Korea, Sunday, Oct. 24, 2010. (AP Photo/Greg Baker) Sun Oct 24, 11:54 AM ET Red Bull Formula One driver Sebastian Vettel of Germany drives past the crashed car of Red Bull team mate Mark Webber of Australia during the South Korean F1 Grand Prix at the Korea International Circuit in Yeongam October 24, 2010. REUTERS/Toru Hanai  (SOUTH KOREA – Tags: SPORT MOTOR RACING IMAGES OF THE DAY) Sun Oct 24, 8:56 AM ET

Water sprays off the tires of the cars soon after the rain delayed start to the Korean Grand Prix on the Korean International Circuit in Yeongam, South Korea, Sunday, Oct. 24, 2010. (AP Photo/Mark Baker) Sun Oct 24, 4:31 AM ET The safety car drives past the crashed car of Red Bull Formula One driver Mark Webber of Australia during the South Korean F1 Grand Prix at the Korea International Circuit in Yeongam October 24, 2010. REUTERS/Toru Hanai (SOUTH KOREA – Tags: SPORT MOTOR RACING) Sun Oct 24, 7:15 AM ET

How did he do that? Hernandez scored his first goal by nodding the ball in with the back of his head. Daily Mail co.uk / Ian Ladyman – Last updated  at 11:53 PM on 24th October 2010.

Heads above: Hernandez’s improvised header hands United the lead. Daily Mail co.uk / Tom Bellwood – Last updated at 5:59 PM on 24th October 2010.


Minggu 24 Oktober 2010 ada dua kejadian di bidang olahraga tingkat dunia yang seperti merupakan isyarat dari langit untuk kita. Pertama adalah dalam balap mobil Formula 1 di Korea yang aku lihat pada siaran langsung siang hari dan dimenangkan oleh Fernando Alonso, kemudian pada malam hari siaran langsung pertandingan sepakbola Premier League antara MU vs Stoke City dengan skor 2-1 untuk MU.

Perlombaan mobil Formula 1 di Korea Selatan pada Minggu 24 Oktober 2010 berlangung dramatis, karena hujan cukup lebat sehingga balapan yang sudah terlanjur dimulai terpaksa harus dipandu oleh mobil Mercedes safety car dari panitia dengan lampu seperti lampu polisi tapi berwarna kuning di atap, sampai lap 17. Suasana mencekam, sekali-sekali diperlihatkan pandangan dari kamera di mobil pembalap, dan terlihat daya pandang sangat terbatas karena selain air hujan dari langit juga cipratan air dari roda mobil-mobil yang ada di depan menyebabkan muncul butiran-butiran kecil seperti kabut. Mobil-mobil F1 itupun terpaksa menghidupkan lampu belakang berwarna merah, berkedap-kedip agar terlihat oleh mobil yang di belakang.

Dalam suasana mencekam itu mobil yang berada paling depan adalah Sebastian Vettel diikuti Mark Webber, kedua pembalap dari tim Red Bull. Sehingga seperti terkait suratku Wasior: “Awas Satu Kosong, Rahma” soal “Dan Sulaiman Susah Hidup” karena nama Sebastian Vettel muncul di permukaan pada balap F1 setelah aku tertarik pada soal Sebastian Paredes direktur Bank Danamon yang mengingatkan aku pada Queen Sheba pada jaman nabi Sulaiman a.s.

Setelah itu ketika panitia menganggap hujan sudah mulai reda, barulah balapan dilepas, tidak lagi dipandu oleh safety car. Dan terjadi drama lain, Mark Webber mengalami slip, mobil melintir dan tersrempet oleh Nick Roseberg sehingga mobil rusak tidak dapat digunakan lagi dan diapun  harus keluar dari balapan. Setelah itu beberapa lap kemudian giliran mobil Sebastian Vettel yang rusak sehingga tidak dapat berlanjut. Dan kemudian balapan F1 hari Minggu itu dimenangkan oleh Fernando Alonso.

Nama pemenang Fernando Alonso seperti memuat kata bahasa Inggris “alone” yang berarti sendirian. Dan beserta rentetan dramatis balap F1 hair Minggu lalu itu, seperti mengingatkan bahwa kalau aku tetap sendirian tidak kunjung menikah sama kamu sesuai isyarat-isyarat yang muncul dari langit maka akan menyebabkan “Dan Sulaimanpun Susah Hidup”.

Kemudian pada Minggu 24 Oktober 2010 itu juga di malam hari ada siaran langsung MU lawan Stoke City, aku lihat dari awal sekitar jam 19.30 WIB. Gol pertama untuk MU cukup spektakuler, dicetak oleh Javier Hernandez pemain asal Meksiko yang baru bergabung dengan MU pada musim ini sejak Agustus 2010 lalu.

Gol pertama Javier Hernandez itu cukup spektakuler karena dibuat dengan menggunakan bagian balakang kepala dia, suatu gol yang jarang terjadi. Presenter sepakbola di Inggris yang membawakan acara itupun menyebut sebagai “brilliant header”. Kemudian jam 21.05 aku pindah ke Metro TV karena ada acara menarik yaitu Democrazy, antara lain dengan bintang tamu Asvi Warman Adam. Sekitar 21.20 aku pindah lagi ke Global TV, pertandingan sudah hampir selesai, dan skor sudah menjadi 2-1, dengan Javier Hernandez mencetak gol kedua untuk MU. Sedangkan untuk Stoke City dicetak oleh Tuncay, nama yang seperti nama makanan Cina, dengan nama lengkap Tuncay Sanli pemain asal Turki.

Untuk Javier Hernandez, itu merupakan gol kedua dan ketiga di Premier League. Pada pertandingan FA Community Shield 2010 yang diadakan pada 8 Agustus 2010 dan biasa dianggap sebagai pembuka sebelum pertandingan-pertandingan Premier League dimulai, Javier Hernandez mempersembahkan gol pertama untuk MU juga dengan cara aneh. Dalam kecepatan berlari yang cukup kencang, bola operan dari sebelah kanan dia serok lalu mengenai dagu dia dulu sebelum masuk ke gawang lawan. Dalam bahasa Inggris, dagu adalah “chin”, sehingga seperti sudah mengisyaratkan akan ada gol aneh lain pada pertandingan hari Minggu lalu yang  menghasilkan gol oleh pemain dengan nama seperti masakan Cina yaitu Tuncay Sanli asal Turki.

Isyarat untuk kita pada pertandingan kemarin adalah bahwa dari gol kedua Javier Hernandez saat aku pindah channel itu, MU tidak lagi berada pada posisi nomer 6 di klasemen sementera melainkan naik ke posisi ke tiga. Baru setelah pertandingan-pertandingan lain dilakukan oleh tim-tim lain malam itu, kembali MU berada pada posisi enam yang kedengaran seperti “end A.M.” atau A.M. Firmansyah berakhir, ketemu ajal. Dan gol pertama Javier Hernandez terjadi pada menit 26 detik 26, sehingga semakin memperkuat isyarat soal “end A.M.”, aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia.

Maka dengan telah sedemikian banyak isyarat yang muncul untuk kita berdua, aku mohon agar kamu tidak lagi bersikap negatif kalau aku mau ketemu kamu untuk bicara serius mengenai soal kita berdua untuk kebaikan umat manusia. Apalagi kalau kamu menghindar dari aku karena kamu asyik bermain dalam zona prasangka buruk terhadap aku, dengan tudingan dari kamu bahwa aku ini cuma kebelet sama kamu, menggunakan berbagai sudut pandang duniawi belaka, pemikiran-pemikiran duniawi belaka, maka aku khawatir itu cuma akan mengecewakan Allah. Sebab dulu Allah juga sudah dikecewakan oleh Adam, saat Adam yang sangat dibanggakan oleh Allah malah teperosok oleh soal kebelet sama Hawa.

Lagipula kalau kamu cuma asyik bermain di zona prasangka buruk terhadap aku, dengan tudingan negatif kamu terhadap aku, dan kamu mengajak orang-orang lain untuk ikutan kamu, maka kamu cuma akan membahayakan orang-orang lain itu. Sebab kamu tentu tahu juga bahwa surga itu bertingkat-tingkat, kalau nilai pahala orang-orang lain itu jadi dikurangi karena ikut-ikut kamu prasangka buruk terhadap aku, ‘kan kasihan yang semestinya beliau-beliau mendapat surga yang lebih tinggi tapi kemudian malah mendapat surga yang lebih rendah cuma karena ikut-ikut kamu.

Mungkin juga semua ini karena Allah Berkehendak untuk memberi tugas tertentu untuk kita berdua dalam keadaan kita terikat pernikahan, berkaitan dengan nasib umat manusia di dunia ini sebelum kiamat datang. Tugas apa itu aku juga nggak tau, dan kita nggak akan pernah tau kalau kita nggak mewujudkan pernikahan kita.

Bahwa Allah sudah menunjukkan Kekuasaan dan KeMahabesaran Allah melalui berbagai isyarat untuk kita berdua, kalau kamu nggak juga mau bicara serius sama aku maka aku khawatir itu cuma akan membahayakan umat manusia di dunia ini.


Jakarta, 25 Oktober 2010.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: