Rahma Sarita: assalamualaikum wr wb

HAL: Beli Cat Dibawah Toko Buku Dan Presiden Obama Dibawah Lemparan Buku


Toko Prapatan terletak di jalan Fatmawati terdiri dari tiga lantai, lantai bawah untuk alat tulis dan kantor, lantai dua untuk cat dan alat melukis, lantai tiga untuk buku. Roniart blogspot com. Di seberang toko Prapatan ada deretan gedung berupa kantor Telkom, Pizza Hut dan agen mobil Nissan Renault Mitsubishi. Roniart blogspot com.

Rallying the voters: Mr Obama, shown here making his speech in Philadelphia today, intended to bridge the ‘enthusiasm gap’ and bring voters to the polls. Daily Mail – AFP/Getty Images. Last updated at 3:50 PM on 11th October 2010.
Duck, Mr President! A book narrowly misses Barack Obama’s head after it is thrown on stage during a rally in Philadelphia today. Daily Mail Reporter – Reuters. Last updated at 3:50 PM on 11th October 2010.
Close call: It is not clear where the book came from in the crowd – or what type of book it was. Daily Mail Reporter – Reuters. Last updated at 3:50 PM on 11th October 2010.


Tanggal 9 Oktober 2010 teman-teman SMA-ku adakan acara pengajian bulanan, dan untuk bulan Oktober ini diadakan di mesjid A. Yani di jalan Lembang Jakarta Pusat. Sejak tanggal 4 Oktober 2010 aku sudah titip pesan di milis Gemilang77 bahwa aku akan datang tapi kalau hari sedang cerah, matahari bersinar terang, maklum belakangan ini sering hujan.

Sejak pagi pada tanggal 9 Oktober 2010 ternyata mendung menyelimuti Jakarta, bahkan sempat hujan sekitar jam setengah sembilan pagi. Namun setelah itu suara burung berkicau ramai, jadi aku pikir tidak akan hujan lagi, dan akupun berangkat. Saat mengayuh sepeda dekat pompa bensin Cinere Raya, dimana jalan lebih luas sehingga pandangan cukup leluasa ke langit, aku lihat di kejauhan di atas Jakarta Pusat dan wilayah lain mendung masih tampak tebal.

Setelah aku di dalam Metromini di jalan dekat Pondok Labu, cuaca belum berubah cerah. Ditambah lagi dengan jalanan macet berat mulai dari pasar Pondok Labu sampai depan RS Fatmawati. Maka aku ambil keputusan untuk tidak jadi datang, sebab waktu sudah sekitar jam sebelas pagi, kalau aku teruskan dan aku nggak tau ada macet lagi di tempat lain, mungkin baru sampai di jalan Lembang sekitar jam setengah satu, padahal acara dimulai jam sepuluh.

Di depan toko Prapatan sekitar lima ratus meter selewat dari perempatan Fatmawati – TB Simatupang, aku turun dari Metromini dengan maksud beli cat di toko itu. Setelah menyeberang jalan dan sampai di halaman toko Prapatan, aku sempatkan menengok ke langit, ternyata sudah kelihatan warna biru muda langit, awan mendung sudah tidak mendominasi atap Jakarta, sebagian sudah menjadi gumpalan-gumpalan awan putih campur kelabu. Tapi aku tetap tidak berlanjut ke acara teman SMA-ku sebab sudah kesiangan.

Toko Prapatan itu terdiri tiga lantai, lantai bawah untuk alat tulis dan kantor, lantai dua untuk cat dan alat melukis, lantai tiga untuk buku. Setelah naik ke lantai dua untuk beli beberapa cat, akupun pulang.

Semula aku nggak tahu kalau di lantai tiga ada tempat untuk buku, selama ini beberapa kali aku ke toko itu emang untuk beli cat aja di lantai dua. Baru pada tanggal 9 Oktober 2010 itulah aku lihat di tangga ke lantai tiga ada tulisan “Buku Lukisan”, dan aku sempat tanya ke penjaga toko dan dikasih tau emang ada buku-buku di lantai tiga.

Kemudian tanggal 12 Oktober 2010 yang lalu aku lihat di TV ada berita tentang presiden Obama mengalami pelemparan buku saat berkampanye untuk partai Demokrat di Philadelphia. Pada video dan foto yang ada di Internet tampak saat buku itu melayang di atas presiden Obama. Sehingga seperti aku yang pada 9 Oktober 2010 cuma naik ke lantai dua, sedangkan di lantai tiga diatasku adalah tempat untuk buku-buku.

Mengenai langit yang ternyata sudah cerah saat aku sampai di halaman toko itu, seperti terkait sama mimpiku sekitar beberapa hari setelah lebaran. Aku mimpi naik becak bersama almarhumah ibuku di malam hari di jalan Sudirman dan jalan Thamrin, dan di langit tampak tidak ada bintang sehingga aku merasa itu pertanda kiamat. Sampai di jembatan Dukuh Atas aku sempat jalan kaki, lalu naik becak lagi di jalan Thamrin. Tapi kemudian terlihat ada bagian di langit yang berbentuk seperti benua Amerika yang ternyata masih menampakkan bintang-bintang, sehingga pada mimpi itu aku merasa seperti masih ada harapan dari kiamat yang sudah dekat.

Ini semua seperti merupakan pula isyarat terkait suratku Wahai Rakyat, Jangan Pilih Saya soal pak SBY marah-marah ke pak Rinaldy Firmansyah yang kemudian aku simpulkan mencerminkan kekhawatiran beliau terhadap kita berdua, khawatir kita menohok di bidang politik. Bahwa pada 9 Oktober 2010 itu langit berubah cerah saat aku mau naik ke lantai dua tempat jual cat lukisan, mungkin isyarat dari Allah agar aku menjelaskan bahwa aku ini cuma pelukis belaka, tidak ada keinginan masuk ke politik.

Setelah beberapa isyarat penting dari langit untuk kita mewujudkan skema Rahm Emanuel agar kita menikah kemudian aku ketemu ajal untuk kebaikan umat manusia, kalau kemudian malah dicurigai di bidang politik ‘kan berabe dong, padahal sudah jatuh ratusan ribu korban jiwa manusia dari beberapa bencana yang seperti terkait dengan soal kita.


Jakarta, 14 Oktober 2010.
wassalam,


a.m. firmansyah
sms 0812 183 1538


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: